Anak Tetap Mencari Ibu, Walau Sering Dimarahi
- https://pixabay.com/id/photos/ibu-anak-perempuan-sedang-tidur-5606413/
Parenting, VIVA Mindset –Sifat anak memang polos. Meski anak sering dimarahi ibu, namun anak dengan lugunya tetap ingin tidur dekat ibunya. Padahal tadi ibunya memarahinya cukup lama. Ini adalah hal yang wajar. Kenapa bisa begitu?
Ibu Adalah Rumah Paling Aman
Dilansir dari @bahas.anak di Instagram, dikatakan bahwa bagi anak, ibu adalah rumah. Aroma tubuh ibu menenangkan. Detak jantung ibu adalah suara yang paling ia kenal. Anak sudah mendengar detak jantung ibu sejak dalam kandungan.
Ikatan batin ini sangat kuat. Anak tetap merasa aman di sisi ibu. Bahkan saat ibu sedang marah. Ia tahu, inilah tempatnya pulang. Inilah tempatnya diterima tanpa syarat. Kasih sayang ibulah yang paling ia kenal.
Contoh sederhananya begini. Seorang anak berumur 5 tahun baru saja dimarahi ibu. Ia dilarang menonton kartun lagi. Anak itu menangis kencang. Setelah tangisnya reda, anak itu justru naik ke pangkuan ibu. Ia memeluk erat. Saat malam tiba, ia merengek minta tidur di samping ibu. Ia mencari rasa aman yang hilang tadi.
Ini Bukan Izin untuk Terus Marah!
Ikatan kuat ini adalah pengingat besar. Ini bukan berarti orang tua bebas marah. Jangan biarkan kepercayaan anak hancur. Marah boleh, tapi harus ada perbaikan.
Setelah marah, segera perbaiki nada suara kita. Peluk anak. Tunjukkan cinta. Minta maaf jika memang perlu. Hal ini mengajarkan anak tentang penerimaan. Anak belajar bahwa cinta tidak hilang karena kesalahan.
Peran Ayah Juga Penting
Bagaimana jika anak hanya mencari ibu? Bukan berarti peran ayah kecil. Ayah juga sangat penting. Mungkin ayah perlu lebih hadir dan hangat. Ikatan batin butuh waktu. Ayah bisa mulai dengan sentuhan. Ayah bisa memberikan perhatian penuh.
Kapan Waktunya Anak Tidur Sendiri?
Terkadang, ada beberapa anak dalam keluarganya, anak tidur bersama orang tua sampai besar. Idealnya anak mulai pisah kamar di usia sekitar 7 tahun. Pisahkan tempat tidur dari orang tua. Biasakan ini sejak usia anak 4 atau 5 tahun. Kebiasaan ini untuk melatih kemandirian anak.