Stop Phubbing, Jaga Kualitas Hubungan dengan Anak
- https://share.google/rRqxHvX0tex1i6BxT
Parenting, VIVA Mindset –Ibu dan Ayah, apakah kalian jengkel jika meminta anak melakukan sesuatu tetapi anak masih saja asyik dengan HP-nya? Sadarkah kalian bahwa perilaku orang tua juga terkadang sama pada anaknya? Anak serius bertanya, tetapi Ibu fokus menjawab pesan WA? Hati-hati ya dengan phubbing.
Apa itu Phubbing?
Dilansir dari @garissepuluh di Instagram, phubbing adalah kebiasaan fokus berlebihan pada gadget. Ini membuat seseorang mengabaikan orang di sekitarnya. Misalnya, saat kumpul keluarga, Ayah sibuk scroll media sosial. Anak sedang menceritakan pengalamannya di sekolah. Namun baik Ayah maupun Ibu tidak menggubris cerita anaknya. Jemari mereka masih saja scroll di media sosial. Tanpa sadar, kalian juga melakukan phubbing.
Contoh Phubbing pada Anak
Perilaku ini juga bisa terjadi pada anak. Anak sibuk main game saat diajak bicara. Mereka lebih suka nonton YouTube saat makan bersama. Anak lebih tertarik chatting daripada main dengan teman di dunia nyata. Mereka terlalu sibuk dengan gadget. Interaksi langsung jadi terlupakan.
Dampak Buruk Phubbing
Phubbing merusak kemampuan komunikasi anak. Anak jadi kurang empati. Mereka sulit memahami perasaan orang lain. Anak juga bisa merasa diabaikan orang tua. Mereka akan mencari perhatian di gadget. Parahnya, anak bisa meniru kebiasaan phubbing orang tuanya. Anak belajar dari apa yang mereka lihat. Jika orang tua sibuk dengan HP, anak menganggap itu hal wajar.
Peran Orang Tua Sangat Penting
Orang tua adalah teladan utama. Kita harus memberi contoh nyata. Saat bersama anak, letakkan HP. Beri perhatian penuh pada mereka. Tunjukkan bahwa interaksi langsung itu berharga.
Cara Mencegah Phubbing pada Anak
Kita bisa mencegah kebiasaan ini.
- Buat jadwal jelas penggunaan gadget.
- Sediakan waktu khusus tanpa gadget. Misalnya, saat makan malam.
- Ajak anak melakukan aktivitas nyata. Ajak mereka main bersama, baca buku, atau olahraga.
Perhatian Nyata, Bukan Sekadar Fisik
Ingatlah bahwa anak butuh perhatian nyata. Mereka tidak hanya butuh kehadiran fisik. Mengurangi phubbing dapat membantu anak tumbuh lebih baik. Anak-anak jadi pribadi yang hangat, peduli, dan mudah berinteraksi.