5 Statemen Keliru dan Konyol tentang AA Navis dan Karyanya

Sastrawan AA Navis
Sumber :
  • Design: MindsetVIVA

Kini, setelah penetapan peringatan seabad AA Navis oleh UNESCO, terjadi demam Navis di Indonesia, fenomena yang secara umum menggembirakan karena bisa memantik pembacaan ulang terhadap karya-karyanya.

Warisan Kontroversial Lenin: Larangan Faksi dan Dampaknya dalam Sejarah Partai

Tulisan ini sekadar ikut merayakan kegembiraan tersebut dengan cara menunjukkan kekurangcermatan beberapa penulis saat menulis tentang AA Navis dan karyanya.

Kekurangcermatan tersebut melahirkan statemen yang sebagian murni keliru, sebagian lainnya selain keliru juga konyol. 

1. Publikasi Di Lintasan Mendung

Das Kapital dan Manifesto Komunis, Aplikasi Materialisme Sejarah dalam Analisis Karl Marx

Novel AA Navis Di Lintasan Mendung

Photo :
  • Cep Subhan KM

Dalam buku A.A. Navis: Karya dan Dunianya (2003), Ivan Adilla menulis bahwa Di Lintasan Mendung dipublikasikan dalam bentuk cerita bersambung di harian Suara Pembaruan tahun 1983. 

Mengenal Peringkat Hunter dalam Dunia Solo Leveling, Dari E Rank hingga S Rank

Buku Ivan Adilla merupakan buku referensi yang sejauh ini bisa dikatakan paling lengkap membahas AA Navis dan karyanya.

Buku ini juga termasuk buku sastra yang direkomendasikan untuk jenjang SMA/SMK/MA/MAK oleh Tim Penyusun Pusat Perbukuan Kemendikbudristek RI 2023-2024. 

Oleh karena itu, tampaknya dalam edisi cetak ulang perlu dilakukan sedikit revisi terkait informasi media tempat publikasi Di Lintasan Mendung tersebut.

Merujuk pada buku Otobiografi A.A. Navis (1994) susunan Abrar Yusra, Di Lintasan Mendung memang dipublikasikan tahun 1983, tetapi bukan dalam harian Suara Pembaruan melainkan Sinar Harapan.

Halaman Selanjutnya
img_title