Tips Mudah Membuat Jadwal Anak yang Efektif dan Seimbang

Ilustrasi anak sedang fokus belajar
Sumber :
  • https://unsplash.com/id/foto/gadis-berbaju-lengan-panjang-ungu-dan-hitam-memegang-pena-hitam-menulis-di-atas-kertas-putih-leyUrzdwurc

Parenting, VIVA MindsetSering dengar anak bilang waktunya selalu kurang? Nyatanya, masalahnya bukan pada jumlah jam yang mereka miliki, melainkan bagaimana cara mengaturnya. Dikutip dari laman The Times of India, Tom Joris Vorselen, sosok yang dikenal sebagai The Study Coach, menyebut bahwa kunci utamanya ada pada membuat time table sederhana yang mampu menyeimbangkan produktivitas sekaligus kesejahteraan anak. Yuk simak tiga kompenen penting dalam membuat jadwal sederhana untuk anak.

img_title Vitalnya Nutrisi 1.000 Hari Pertama Kehidupan: Fondasi Emas Pencegah Stunting

 1.     Prioritaskan Waktu Tidur 8 Jam Setiap Malam

Tidur yang cukup bukan sekadar rutinitas, melainkan kebutuhan utama anak. Dengan tidur minimal delapan jam setiap malam, otak punya kesempatan untuk memproses pelajaran yang diterima seharian, menyimpan informasi baru ke dalam memori jangka panjang, sekaligus memulihkan energi tubuh. Pola tidur teratur juga membantu anak lebih fokus, bersemangat, dan siap menghadapi aktivitas keesokan harinya.

img_title Menavigasi Batasan Screen Time di Era Digital: Risiko Speech Delay dan Pentingnya Digital Detox

 2.     Jam Belajar Berkualitas dalam Sehari

Belajar tidak harus seharian penuh tanpa henti, karena yang terpenting adalah kualitasnya. Dengan pembagian waktu yang tepat, sembilan jam belajar bisa diisi dengan kegiatan yang bervariasi seperti fokus mengerjakan tugas, mengulang materi dengan cara aktif, hingga latihan interaktif. Cara ini membuat anak tidak cepat lelah, lebih mudah memahami pelajaran, dan tetap menjaga kondisi mental mereka tetap sehat.

img_title Mengatasi Tantrum Anak Usia Dini dengan Metode Emotion Coaching

 3.     Self-Care Tak Boleh Dilupakan

Selain belajar dan beristirahat, anak juga butuh waktu untuk dirinya sendiri. Self-care bisa berupa olahraga ringan, menyalurkan hobi kreatif, bermain bersama teman, atau sekadar bersantai tanpa tekanan. Aktivitas seperti ini membantu menjaga suasana hati tetap stabil, meningkatkan motivasi, dan membuat anak lebih bersemangat menjalani rutinitas harian. Jadi, jangan anggap self-care sebagai tambahan, melainkan bagian penting dari jadwal seimbang setiap hari.

 

Tips Tambahan untuk Implementasi

- Gunakan visual schedule dengan ikon atau gambar agar lebih mudah dipahami anak (gleaned from broader best practices).

- Sesuaikan durasi belajar dengan usia anak, untuk anak muda, sesi pendek dan menyenangkan lebih efektif daripada belajar lama yang monoton.

- Ajak anak merefleksi rutinitasnya tiap hari, apa yang berhasil, dan apa yang memerlukan penyesuaian. Ini membantu mereka menjadi lebih mandiri dan fleksibel.

Halaman Selanjutnya
img_title