Menilai Watak Orang bersama Imam Fakhruddin Ar-Razi
- Istimewa
Pada bagian pertama, Imam Fakhruddin Ar-Razi juga menunjukkan 3 rambu ilmu firasat. Pertama, petunjuk dari ilmu fisiognomi tidak bersifat absolut. Kedua, akurasi ilmu fisiognomi sangat ditentukan oleh pengetahuan atas bentuk-bentuk yang tampak. Ketiga, jika terjadi kontradiksi antara satu petunjuk dengan petunjuk lain, maka dipilih petunjuk yang paling kuat.
Contoh-Contoh Fisiognomi
Dalam Kitab Firasat, Imam Fakhruddin Ar-Razi membagi organ-organ tubuh manusia yang bisa memberi petunjuk cara mengenali watak menjadi 17, dari mulai dahi, alis, mata, hidung, sampai punggung, lengan, dan telapak kaki.
Terkait dengan dahi, disebutkan misalnya dahi yang berkerut dan cenderung rata menunjukkan pemiliknya seorang pemarah. Dahi yang kecil menunjukkan pemiliknya orang bodoh. Sebaliknya, dahi besar menunjukkan pemiliknya pemalas sekaligus pemarah.
Selanjutnya terkait dengan mata, disebutkan misalnya mata yang bagian hitamnya terlalu hitam menunjukkan pemiliknya seorang penakut. Hal yang sama juga berlaku untuk mata yang berwarna biru atau putih.
Fisiognomi terkait bentuk hidung, misalnya disebutkan bahwa ujung hidung berbentuk lancip menunjukkan pemiliknya menyukai permusuhan, peragu, dan suka meremehkan segala hal. Sementara itu, pangkal hidung yang pesek menunjukkan pemiliknya memiliki nafsu berahi yang besar.
Contoh lainnya, wajah yang panjang menunjukkan pemiliknya orang yang tidak tahu malu. Sementara pelipis yang menonjol disertai dengan tenggorokan yang penuh menunjukkan pemiliknya seorang pemarah.
Demikian sekilas pembahasan tentang Fisiognomi dari sudut pandang ilmuwan muslim Imam Fakhruddin Ar-Razi. Masih ada banyak hal lain yang menarik yang menunjukkan bahwa Fisiognomi masih relevan sebagai cara menilai watak orang pada zaman sekarang. Selain itu, edisi bahasa Indonesia Kitab Firasat juga dilengkapi berbagai ilustrasi yang bisa membantu pemahaman.