Sejarah Perkembangan Ilmu Politik dari Sebelum Masehi Sampai Zaman Modern

Ilustrasi perkembangan ilmu politik.
Sumber :
  • Unplash.com

Indonesia pun mengikuti perkembangan kemajuan Ilmu Politik dunia. Diantaranya dengan mendirikan fakultas-fakultas yang serupa, seperti Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Ilmu politik resmi telah menjadi jurusan tersendiri dengan nama Ilmu Pemerintahan. Selain itu ada juga Fakultas Ilmu-ilmu Sosial, kemudian ganti nama menjadi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) seperti Universitas Indonesia, Jakarta.

img_title Film Kisah Nyata Ini Mirip The Shawshank Redemption! ‘The Great Escape’

Perkembangan Ilmu Politik di Indonesia terpengaruh secara kuat oleh Ilmu hukum. Dengan berjalannya waktu konsep-konsep ilmu politik yang baru berangsur-angsur mulai dikenal. Masyarakat Indonesia pun telah menerima dengan baik kehadiran Ilmu Politik.  

Sementara perkembangan ilmu-ilmu politik di negara-negara Eropa Timur menunjukan bahwa pendekatan tradisional dari segi sejarah, filsafat, dan yuridis yang sudah lama digunakan, masih berlaku sampai saat ini.

img_title Menghitung Mundur Perilisan Peaky Blinders The Movie, Akankah Selaris Seriesnya

Runtuhnya komunisme pada akhir dekade 1990-an membuat percepatan dalam perkembangan Ilmu Politik. Hal ini ditunjukan dengan berlakunya pendekatan tradisional ditambah dengan pendekatan-pendekatan lain yang tengah berkembang di negara-negara Barat.

Peran UNESCO dalam Perkembangan Ilmu Politik

img_title Kisah Nyata Prajurit yang Berhasil Selamatkan Puluhan Rekannya Sendirian!

UNESCO lembaga PBB.

Photo :
  • UNESCO.org

UNESCO pun mendorong kemajuan Ilmu Politik. Hal tersebut dilakukan lembaga dunia ini karena belum adanya keseragaman dalam terminologi dan metodologi dalam Ilmu Politik.

Tahun 1948 UNESCO menyelenggarakan suatu survei mengenai kedudukan Ilmu Politik di sekitar 30 negara. Survey tersebut dipimpin oleh W Ebenstein dan Princeton University Amerika Serikat. Hasil survei tersebut dibahas oleh beberapa ahli dalam suatu pertemuan di Paris dan menghasilkan buku Contemporary Political Science (1948).

Selanjutnya, UNESCO bersama International Political Science Association (IPSA) yang didirikan pada tahun 1949, mengadakan penelitian mendalam yang mencakup sepuluh negara. Beberapa negara ini diantaranya Barat besar, termasuk India, Mexico, dan Polandia. 

Laporan-laporan hasil penelitian dibahas pada tahun 1952 pada sebuah konferensi di Cambridge, Inggris. Output dari konferensi tersebut disusun oleh WA Robson dari London School of Economics and Political Science dalam buku The University Teaching of Soul sciences: Political Sciences. 

Hadirnya  buku ini merupakan bagian dari rangkaian penerbitan UNESCO mengenai pengajaran beberapa ilmu sosial (termasuk ekonomi, antropologi budaya, dan kriminologi) di perguruan tinggi. Karya buku yang digagas UNESCO ini sebagai bentuk usaha internasional dalam membina perkembangan ilmu politik. Tujuannya untuk mempertemukan pandangan yang berbeda-beda sehingga menghasilkan terminologi yang disepakati bersama.

Halaman Selanjutnya
img_title