Kasad Ungkap Capaian Program Unggulan TNI AD dalam Apel Dansat 2026
- https://tniad.mil.id/dari-air-bersih-hingga-jembatan-kasad-ungkap-capaian-program-tni-ad-di-apel-dansat/
Bogor, VIVA Mindset – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., memaparkan capaian program unggulan TNI AD dalam apel Dansat TNI AD 2026 yang diselenggarakan di Universitas Pertahanan (Unhan) Sentul, Jawa Barat, pada Rabu 29 April 2026.
Dalam pemaparanya, Kasad ungkap peran TNI AD kini tidak hanya bergerak sebagai garda terdepan dalam pertahanan negara, melainkan berperan aktif sebagai motor penggerak kesejahteraan masyarakat yang sejalan dengan kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto.
“Program-program tersebut dirancang dalam menjawab kebutuhan riil masyarakat, khususnya di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses infrastruktur dan layanan dasar,” terang Kasad dilansir dari keterangan resmi TNI AD, pada Kamis, 30 April 2026.
Berbagai rancangan program melalui pembangunan infrastruktur dasar dan pelestarian lingkungan menjadi komitmen nyata dalam menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dan layanan dasar.
Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak pun menegaskan bahwa dalam program penyediaan air bersih melalui pembangunan sumur bor di mana inisiatif ini lahir dari pengalaman langsung mengenai kesulitan warga dalam mengakses air bersih terutama di wilayah yang mengalami kekeringan.
“Jadi terus terang, saya menggali informasi tentang air ini sambil berjalan, jadi bukan karena punya informasi, lalu membuat program-program air ini. Hasilnya, berdasarkan data, sejak tahun 2020 telah dibangun 7.217 titik sumber air di berbagai wilayah Indonesia guna meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat,” ungkap Kasad.
Program pembangunan infrastruktur dasar dalam penyediaan air bersih melalui pembangunan sumur bor ini juga, memberikan dampak secara langsung dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan membentuk produktivitas pertanian di wilayah-wilayah pelosok Indonesia.
“TNI AD juga menargetkan untuk pembangunan 1.244 jembatan demi kepentingan masyarakat dengan capaian 336 jembatan telah selesai dan 908 jembatan dalam proses pengerjaan dalam kurun waktu sekitar 1,5 tahun,” tambahnya.
Program pembangunan infrastruktur seperti jembatan ini menjadi program yang sejalan dengan Jembatan Garuda Merah Putih yang diinisiasi oleh Presiden RI Prabowo Subianto hingga hal ini menunjukkan peran vital TNI AD dalam memperkuat konektivitas antar wilayah melalui pembangunan jembatan perintis.
Secara nasional, TNI AD memproyeksikan pembangunan lebih dari 7.000 unit jembatan perintis melalui program Jembatan Garuda Merah Putih untuk membuka akses transportasi di daerah-daerah yang sebelumnya terisolasi.
Kasad pun menerangkan dalam bidang lingkungan, TNI AD memiliki fokus utama dalam pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat dan kolaborasi dengan pemerintah setempat.
“Sampah yang telah dipilah akan diolah menjadi bahan bakar alternatif berupa solar, sebagai solusi inovatif dalam mengatasi permasalahan lingkungan sekaligus mendukung ketahanan energi,” ujarnya.
Dalam sektor pelestarian lingkungan, langkah ini menjadi solusi nyata dalam mengatasi masalah tumpukkan sampah di berbagai wilayah Indonesia dengan pendekatan teknologi inovatif waste to energy yang berkontribusi pada ketahanan energi lokal.
Program-program ini diinstruksikan Kasad kepada para Dansat di lapangan untuk mengimplementasikannya secara optimal, terus berinovasi, responsif, hingga memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh komponen bangsa supaya program dapat berjalan berkesinambungan dan berkontribusi terhadap pembangunan nasional.
Apel Dansat TNI AD 2026 ini menjadi momentum penting dan strategis dalam menyamakan visi dan langkah mendukung tugas pokok TNI melalui aksi nyata yang diharapkan terus berlanjut guna menciptakan Indonesia yang lebih maju, sehat, dan terkoneksi secara infrastruktur terhadap pembangunan nasional.