Ledakan Gudang Amunisi TNI AD di Madiun, Desakan Evaluasi dari DPR hingga Bentuk Tim Investigasi Khusus
- https://www.antaranews.com/berita/5652713/gudang-pusat-munisi-di-kabupaten-madiun-meledak
Jakarta, VIVA Mindset – Gudang Pusat Amunisi (Gupusmu) miliki TNI AD yang berlokasi di Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur mengalami insiden ledakan dahsyat pada Kamis, 16 Juli 2026.
Kepala Dinas Penerangan (Kadispenad) TNI AD, Brigjen TNI Donny Pramono mengonfirmasi ledakan terjadi secara tidak terduga saat para personel yang bertugas melakukan aktivitas perawatan dan pemeliharaan amunisi di dalam gudang tersebut.
Berdasarkan keterangan dari Kadispenad, atas insiden tersebut diketahui sebanyak enam personel mengalami luka ringan hingga berat dan satu personel meninggal dunia.
“Satu orang personel dinyatakan meninggal dunia, kemudian empat orang mengalami luka berat, dan dua orang lainnya mengalami luka ringan,” terang Kadispenad TNI AD dalam keterangan persnya di Mabesad Jakarta pada Kamis, 16 Juli 2026, mengutip antaranews.
Pihak Mabes TNI AD turut menyampaikan rasa duka cita mendalam atas gugurnya personel dalam insiden tersebut.
Berdasarkan keterangan, sesaat setelah ledakan terjadi para personel TNI yang berada di lokasi segera mengambil tindakan darurat dan melakukan pengamanan dengan menutup akses menuju kawasan gudang guna evakuasi dan sterilisasi area.
Seluruh personel yang menjadi korban dalam ledakan tersebut diketahui dievakuasi menuju ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Caruban, Kabupaten Madiun untuk mendapatkan penanganan medis.
“Seluruh korban dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis secara cepat sekaligus dilaporkan secara prosedural dan berjenjang,” jelasnya.
Sementara di TKP lokasi ledakan, aparat turut melakukan pengamanan ketat dan membatasi aktivitas. Berdasarkan hasil pantauan, turut hadir pula sejumlah pejabat dari Kodam V/Brawijaya serta jajaran Polisi Militer (PM) yang berada di lokasi untuk penanganan lebih lanjut.
Kadispenad TNI AD, Brigjen TNI Donny Pramono menyebut saat ini pihaknya masih belum dapat memberikan penjelasan secara terperinci atas ledakan tersebut karena masih dalam proses penyelidikan.
TNI kini masih menunggu hasil investigasi lengkap dalam mengungkap secara pasti kronologi dari ledakan gudang amunisi tersebut dan pihaknya sangat bergantung pada tim investigasi khusus yang dikirim ke Madiun untuk penyelidikan lebih lanjut.
“Kami juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama memberikan ruang kepada tim investigasi agar dapat bekerja secara optimal serta menghindari spekulasi mengenai penyebab kejadian sebelum seluruh proses pemeriksaan selesai,” tegas Kadispenad dalam antaranews.