Menhan Sjafrie Sebut Tugas Baru TNI AD Urus Padi-Jagung dan TNI AL Kelola Kedelai
- https://sulteng.antaranews.com/berita/384043/tni-al-klaim-bisa-panen-dua-sampai-empat-ton-kedelai-di-setiap-wilayah
Jakarta, VIVA Mindset – Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin mengungkap tugas baru prajurit TNI dalam mendukung program swasembada nasional yakni kelola sektor pertanian dari tanam padi dan jagung, hingga kedelai.
Pernyataan ini disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR RI pada Selasa, 19 Mei 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat.
“Kami sudah melakukan pembagian tugas bahwa Angkatan Darat tugasnya adalah pertanian jagung dan padi selain palawija,” ungkap Menhan Sjafrie dilansir Viva News, Rabu, 20 Mei 2026.
Menhan Sjafrie pun menyoroti tak hanya peran prajurit TNI AD dalam mengurus padi-jagung, personel TNI AL pun turut diinstruksikan untuk kelola kedelai dalam mendukung program swasembada pangan.
Penugasan tersebut berdasar pada buruknya kualitas kedelai impor, di mana Indonesia menjadi negara dengan banyak mengimpor kedelai dari luar negeri untuk komoditas pangan meski dengan kualitas standar rendah.
“Sekarang Angkatan Laut dengan dua kali panen, dia sudah mempunyai bibit kedelai yang tidak lagi istilah makanan ternak itu,” jelasnya.
Klaim pengembangan kedelai oleh TNI AL Menhan sebut menjadi jalan dalam memperkuat swasembada nasional sekaligus menekan angka impor kedelai untuk mendapatkan kualitas lebih baik hasil pertanian nasional.
“Kita kejar target ini sehingga kita bisa menjadi produsen kedelai mendukung swasembada pangan ini dengan kerjasama dengan Kementerian Pertanian itu, khusus untuk mencegah impor,” tambah Menhan Sjafrie.
Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul mengatakan, di beberapa daerah TNI AL telah melakukan pengolahan lahan tidur dengan berhasil memanen kedelai sebanyak dua hingga empat ton dalam rangka program ketahanan pangan.
“Sebagai gambaran di beberapa lahan TNI AL seperti Lampung yang panen pada Oktober 2025 dengan luas lahan 30 hektar, mampu menghasilkan panen kedelai 4 ton per hektar, sedangkan pekan lalu di Nganjuk, Jawa Timur dengan luas lahan 400 hektar, estimasi hasil panen 1,5 hingga 2 ton per hektar,” ungkap Kadispenal Laksamana Pertama TNI Tunggul kepada Antara News di Jakarta, Sabtu, 23 Mei 2026.
Hingga saat ini, aktivitas dalam menanam kedelai terus dilakukan di beberapa daerah. Menurut Kadispenal, hasil panen kedelai tersebut selain menekan angka impor, juga bisa dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan pribadi maupun diperjualbelikan kembali.