Pendekatan Orang Tua dalam Menghadapi Anak Temper Tantrum

Anak tantrum
Sumber :
  • https://www.pexels.com/search/anak%20tantrum/

Parenting, VIVA Mindset –Anak usia dini berada pada fase perkembangan yang sangat penting dalam pembentukan perilaku dan emosi. Pada masa ini, lingkungan keluarga memiliki peran besar dalam mempengaruhi bagaimana anak bersikap dan merespons berbagai situasi.

img_title Vitalnya Nutrisi 1.000 Hari Pertama Kehidupan: Fondasi Emas Pencegah Stunting

Salah satu perilaku yang sering muncul pada anak usia dini adalah temper tantrum. Kondisi ini biasanya ditandai dengan ledakan emosi yang kuat seperti menangis keras, berteriak, membanting barang, atau menolak berkomunikasi dengan orang lain.

Menurut Nenden Ineu Herawati dalam jurnal Universitas Pendidikan Indonesia temper tantrum merupakan bentuk ekspresi emosi yang muncul ketika anak mengalami kesulitan menyampaikan keinginan atau ketika kebutuhan emosionalnya tidak terpenuhi.

img_title Menavigasi Batasan Screen Time di Era Digital: Risiko Speech Delay dan Pentingnya Digital Detox

Temper tantrum umumnya terjadi pada anak usia dua hingga lima tahun. Pada fase ini kemampuan anak dalam mengendalikan emosi masih berkembang sehingga mereka belum mampu mengekspresikan perasaan secara matang.

Beberapa ahli perkembangan anak menjelaskan bahwa perilaku ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti lingkungan keluarga, cara pengasuhan, serta kondisi emosional anak.

img_title Mengatasi Tantrum Anak Usia Dini dengan Metode Emotion Coaching

Menurut teori perkembangan yang dikemukakan oleh John Locke, anak diibaratkan seperti kertas putih yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan tempat ia tumbuh. Lingkungan keluarga yang hangat dan penuh perhatian akan membantu anak mengembangkan perilaku yang lebih stabil secara emosional.

Selain itu, teori kebutuhan dasar manusia dari Abraham Maslow menjelaskan bahwa setiap individu memiliki kebutuhan mendasar seperti rasa aman dan kasih sayang. Ketika kebutuhan tersebut tidak terpenuhi, anak dapat menunjukkan perilaku emosional yang berlebihan termasuk temper tantrum.

Menghadapi anak yang sedang tantrum, memang kerap membuat orang tua kewalahan. Tidak jarang juga terjadi kondisi di mana orang tua yang ikut marah dan meledak-ledak ketika anak tantrum. Kesabaran orang tua memang sedang diuji dalam kondisi ini, reaksi yang terlalu keras justru dapat memperburuk kondisi emosi anak.

Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah tetap bersikap tenang. Orang tua disarankan untuk mengendalikan emosi terlebih dahulu sebelum mencoba menenangkan anak. Selain itu, orang tua dapat membantu anak mengungkapkan apa yang sebenarnya ia rasakan. Mengajak anak berbicara dengan bahasa yang lembut akan membantu anak merasa dimengerti.

Halaman Selanjutnya
img_title