Gentle Parenting Ramai Dibicarakan, Apakah Cocok untuk Semua Anak?

Gentle parenting
Sumber :
  • https://www.pexels.com/id-id/foto/foto-wanita-bermain-dengan-anaknya-3806953/

Parenting, VIVA Mindset – Mengurus anak adalah hal penting yang harus dilakukan oleh orang tua dengan sebaik-baiknya. Ada berbagai macam metode yang bisa dilakukan, salah satunya adalah gentle parenting.

img_title Orang Tua Wajib Tahu, Ini Cara Tepat Mengawasi PR Anak

Ya, beberapa waktu belakangan ini, orang-orang kerap membicarakan soal gentle parenting. Terutama setelah gaya parenting ala Nikita Willy yang terekam dalam vlog di YouTube pribadinya banyak ditonton netizen.

Singkatnya, gentle parenting adalah sebuah teknik mengurus anak dengan cara yang lembut tanpa emosi. Pada saat berbuat salah, anak tidak dimarahi, melainkan diberikan nasihat secara baik-baik.

img_title Homeschooling atau Sekolah Formal? Ini Pertimbangannya

Apakah gentle parenting cocok untuk semua keluarga?

Jawabannya tidak. Menurut laman Psychology Today, tidak semua keluarga cocok menerapkan gentle parenting atau pola pengasuhan yang lembut.

img_title Ayah Hadir, Anak Lebih Siap Menghadapi Masa Depan

Saat anak terlihat mulai membangkang dan sulit untuk diingatkan dengan cara yang lembut, tidak ada salahnya untuk memberikan konsekuensi dengan melakukan didikan yang sedikit keras.

Hal ini juga seperti yang dibahas oleh Parenting Translator, orang tua yang menerapkan gentle parenting kerap menghasilkan kondisi yang lebih menantang dari biasanya. Alhasil, tak jarang orang tua jadi kewalahan dan cenderung lebih emosi pada anak.

Stop membandingkan cara orang tua mengasuh anak

Di media sosial, rasanya tidak sedikit kita temukan orang-orang yang menghujat cara orang tua mengasuh anaknya dengan cara yang sedikit keras. Menurutnya, hal tersebut bisa membuat mental anak jadi terganggu.

Padahal, pola pengasuhan bisa disesuaikan dengan kondisi atau kepribadian anak. Hal itu juga yang dijelaskan oleh Psychology Today.

Pola asuh gaya VOC atau otoriter langsung dianggap sangat kuno dan membuat anak jadi pembangkang di kemudian hari.

Anak-anak yang punya watak keras dan sifat yang menyebalkan tentu harus dididik dengan cara yang berbeda, tidak bisa jika hanya diberikan nasihat dengan lembut.

Bicara teori memang lebih mudah bila dibandingkan dengan realita. Namun yang pasti, orang tua lebih tahu mana yang terbaik untuk anak, terutama dari segi pengasuhan.