OCD pada Anak Tidak Selalu Terlihat, Ini Tanda-Tanda yang Perlu Diwaspadai

Perhatian terhadap perilaku anak penting
Sumber :
  • https://www.pexels.com/id-id/foto/gadis-gadis-kecil-berbakat-yang-beragam-melukis-di-atas-kertas-dengan-cat-air-sambil-duduk-bersama-di-meja-5063475/

Parenting, VIVA Mindset –Obsessive Compulsive Disorder atau biasa disebut OCD tidak hanya dialami oleh orang dewasa. Gangguan kesehatan mental ini juga dapat muncul pada anak-anak dan remaja. Namun, OCD pada anak sering kali tidak mudah dikenali karena gejalanya kerap dianggap sebagai kebiasaan, sifat perfeksionis, atau bagian dari fase tumbuh kembang.

img_title Kunci Kemandirian Remaja: Memilih Pola Asuh yang Tepat Sejak Dini

Padahal, jika tidak dikenali sejak dini, OCD dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari, proses belajar, hingga kondisi emosional anak.

Apa Itu OCD pada Anak?

img_title Batasi Layar Gawai: Kunci Cegah Isolasi Sosial Remaja Sejak Dini

OCD merupakan gangguan yang ditandai dengan pikiran berulang yang tidak diinginkan dan dorongan untuk melakukan perilaku tertentu secara berulang. Pada anak, obsesi dan kompulsi ini sering muncul secara halus dan tidak selalu bisa dijelaskan dengan jelas oleh anak itu sendiri.

Menurut World Health Organization atau WHO, OCD termasuk gangguan kesehatan mental yang dapat memengaruhi fungsi sosial, emosional, dan akademik apabila tidak ditangani dengan tepat.

img_title Menangkal Krisis Identitas Remaja Akibat Paparan Algoritma dan Media Sosial

Tanda-Tanda OCD pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Gejala OCD pada anak tidak selalu terlihat mencolok. Beberapa tanda yang dapat diperhatikan antara lain:

Mengulang perilaku tertentu secara berlebihan, seperti mencuci tangan, mengecek barang, atau merapikan benda

Merasa sangat cemas jika rutinitasnya berubah atau tidak dilakukan sesuai aturan tertentu

Memiliki pikiran yang terus muncul dan sulit dikendalikan

Membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikan tugas sederhana karena harus dilakukan dengan cara tertentu

Menunjukkan stres, kelelahan, atau ketakutan berlebih terkait hal-hal sepele

Tanda-tanda ini bukan untuk memberi label, melainkan sebagai sinyal awal agar orang tua lebih peka terhadap kondisi mental anak.

Peran Lingkungan dan Faktor Emosional

OCD pada anak tidak terjadi secara tiba-tiba. Berbagai faktor dapat berperan, mulai dari faktor biologis, genetik, hingga lingkungan dan pengalaman emosional.

Menurut American Psychiatric Association, gangguan obsesif kompulsif pada anak dapat dipengaruhi oleh kombinasi faktor biologis dan lingkungan, termasuk tingkat stres serta kemampuan anak dalam mengelola kecemasan.

Lingkungan pengasuhan yang penuh tekanan atau kurang memberikan rasa aman emosional dapat memperburuk kecenderungan kecemasan pada anak.

Halaman Selanjutnya
img_title