Menghadapi Orang Toxic, tanpa Menguras Energi Emosional

Hubungan toxic sering merusak perlahan, tanpa disadari sejak awal
Sumber :
  • https://www.pexels.com/id-id/foto/kayu-alam-pasangan-cinta-6670212/

Parenting, VIVA Mindset – Bagi banyak orang yang aktif menggunakan media sosial, istilah toxic tentu sudah tidak asing lagi. Istilah ini belakangan semakin sering digunakan untuk menggambarkan hubungan yang terasa melelahkan secara emosional.

img_title Bukan Sekadar Sayuran Biasa, Ternyata Kelor Superfood! Ini Kandungan Nutrisi dan Manfaatnya

Dilansir dari Gramedia Blog, toxic merujuk pada kondisi ketika seseorang atau sebuah hubungan membawa dampak negatif, baik dalam pertemanan maupun hubungan asmara. Hubungan semacam ini kerap membuat salah satu pihak merasa tertekan, tidak dihargai, atau kehilangan kenyamanan.

Berhadapan dengan orang toxic kerap membuat seseorang lelah secara mental akibat kritik yang menjatuhkan, sikap manipulatif, hingga kebiasaan memosisikan diri sebagai korban. Psikolog Titik Adianingsih, S.Psi., menekankan bahwa menghadapi orang toxic bukan soal melawan, melainkan melindungi diri dengan cara yang sehat.

img_title Asap Karhutla Picu Lonjakan ISPA, Ini Kelompok Paling Rentan dan Langkah Penanganannya

Tidak Semua Ucapan Perlu Dipercaya Sepenuhnya

Salah satu ciri relasi toxic adalah membuat seseorang meragukan pikiran dan perasaannya sendiri. Karena itu, Titik Adianingsih menyarankan untuk tidak langsung menerima semua yang dikatakan orang lain. Bersikap kritis dan mempertanyakan ulang ucapan yang menyudutkan diri dapat membantu menjaga keseimbangan emosi.

img_title Vitalnya Nutrisi 1.000 Hari Pertama Kehidupan: Fondasi Emas Pencegah Stunting

Tidak Harus Selalu Mengiyakan

Mengatakan “ya” pada semua permintaan demi menjaga hubungan justru bisa memperkuat pola yang tidak sehat. Menurut Titik Adianingsih, tidak selalu mengiyakan adalah bentuk batasan diri yang penting. Menolak dengan tenang bukan tanda egois, melainkan upaya menjaga kesehatan mental.

Menjaga Jarak Fisik dan Emosional

Jika memungkinkan, menjaga jarak dengan orang toxic dapat menjadi langkah preventif. Jarak ini tidak selalu berarti memutus hubungan, tetapi mengurangi intensitas interaksi agar tekanan emosional tidak terus menumpuk.

Membatasi Waktu Bersama

Menghabiskan terlalu banyak waktu dengan orang toxic berisiko menguras energi psikologis. Oleh karena itu, membatasi durasi kebersamaan menjadi salah satu cara efektif untuk tetap menjaga diri tanpa konflik terbuka.

Beri Jeda Sebelum Merespons

Tidak semua ucapan atau pesan perlu dijawab spontan. Memberi jeda dalam merespons membantu seseorang berpikir lebih jernih dan tidak terjebak dalam pola reaksi emosional. Kalimat sederhana seperti menunda jawaban bisa menjadi strategi aman untuk menghindari konflik.

Halaman Selanjutnya
img_title