Pujian Bisa Membentuk Anak? Ini Penjelasan Ilmiahnya!

Efek pujian pada anak bisa sangat positif
Sumber :
  • https://www.freepik.com/free-photo/smiley-girl-father-making-paper-house_26005870.htm

Parenting, VIVA Mindset – Setiap orang tua pasti ingin mendorong tumbuh kembang anak secara positif. Tahukah bahwa cara memberi pujian pada anak tidak sebatas mengucapkan kata “bagus!” saja? Pujian yang efektif juga mencakup pengakuan atas usaha, proses, dan strategi yang anak lakukan, sehingga mereka merasa dihargai bukan hanya karena hasil, tetapi juga karena upaya yang telah mereka tunjukkan. Artikel ParentingScience.com yang membahas “effects of praise” menyajikan temuan riset ilmiah tentang pujian dan bagaimana memaksimalkannya agar tumbuh kembang anak optimal.

img_title Penerapan Pengasuhan Positif dalam Membentuk Karakter dan Perkembangan Otak Anak Usia Dini

Secara umum, efek pujian pada anak bisa sangat positif. Pujian yang tulus membuat anak merasa dihargai, meningkatkan suasana hati, dan bahkan memotivasi mereka untuk terus mencoba tugas yang menantang. Studi otak menunjukkan respon terhadap apresiasi sosial anak mirip dengan imbalan fisik, ini berarti pujian bisa punya “kekuatan internal” yang nyata.

Namun, tidak semua bentuk pujian memiliki dampak yang sama. Parenting Science membedakan antara pujian umum dan pujian yang menyoroti proses. Pujian proses menekankan usaha serta cara anak menghadapi tantangan, misalnya dengan mengatakan, “Keren, kamu terus berusaha sampai selesai.” Pendekatan ini berperan penting dalam menumbuhkan growth mindset, yaitu keyakinan bahwa kemampuan tumbuh dan menguat lewat usaha, latihan yang konsisten, serta pengalaman belajar yang terus bertambah. Anak yang mendapat pujian jenis ini cenderung lebih gigih dan tidak mudah menyerah saat menghadapi tantangan.

img_title Mengubah Pola Pengasuhan Anak Remaja: Menjadi Mentor dan Membangun Kemandirian Masa Depan

Lebih spesifik lagi, pujian perilaku anak yang mendeskripsikan tindakan tertentu membuat anak tahu persis apa yang diapresiasi. Contoh: “Bagus, kamu sudah menyimpan mainan sendiri.” Tanpa menekankan label seperti “pintar” atau “terbaik,” pujian semacam ini memperkuat perilaku positif tanpa memberi standar yang tidak realistis.

Ada pula bukti bahwa memuji perilaku prososial anak seperti membantu teman atau menunjukkan sopan santun bisa meningkatkan keterampilan sosial anak dan mengurangi gejala depresi di kemudian hari. Anak yang sering dipuji karena tindakan baiknya belajar bahwa membantu orang lain adalah sesuatu yang bernilai.

img_title Benarkah Bayi Lahir Caesar Lebih Mudah Sakit? Ini Penjelasan Medisnya

Namun, terlalu banyak atau pujian berlebihan dapat berbalik efeknya. Jika pujian terdengar tidak tulus atau digunakan untuk memanipulasi, anak bisa merasa tertekan atau justru kehilangan motivasi internal. Misalnya, pujian yang membandingkan anak dengan orang lain bisa membuat mereka hanya fokus pada kompetisi, bukan proses belajar itu sendiri.

Halaman Selanjutnya
img_title