Ciri Anak Overstimulasi yang Sering Diabaikan, Picu Tantrum Hingga Cemas

Anak Rewel Karena Overstimulasi
Sumber :
  • https://www.freepik.com/free-photo/mother-wearing-clothes-her-baby-baby-healthcare-hygiene-concept_402029497.htm

Parenting, VIVA Mindset –Overstimulasi adalah kondisi ketika rangsangan sensorik dan aktivitas melebihi kemampuan otak anak untuk memprosesnya. Misalnya, paparan gadget yang intens, lingkungan yang bising, dan jadwal kegiatan anak yang padat–yang bisa membuat anak merasa sangat kelelahan. Dampaknya bisa berupa tantrum pada anak hingga kecemasan yang bisa mengganggu tumbuh kembang anak.

img_title Cara Mengatur Waktu Belajar dan Bermain Anak

Hal ini bisa dialami oleh semua anak, terutama pada anak usia dini hingga masa sekolah awal. Anak yang terlalu banyak menerima rangsangan visual, audio, dan sosial akan menunjukkan tanda-tanda tertentu karena saraf mereka merasa terlalu lelah menerima aktivitas dari luar. Tanda yang ditunjukkan anak bukan hanya reaksi sementara, tetapi bisa berkaitan erat dengan proses perkembangan otak anak.

Oleh sebab itu, orang tua perlu mengetahui lebih dini tentang gerak-gerik anak yang mulai menunjukkan anak overstimulasi.

img_title Orang Tua Wajib Tahu, Ini Cara Tepat Mengawasi PR Anak

Tanda atau Ciri Anak Overstimulasi

  1. Menjadi mudah marah, rewel, dan tantrum tanpa alasan yang jelas
  2. Menolak sentuhan atau interaksi sosial
  3. Sulit fokus dan mudah terganggu saat bermain atau belajar
  4. Gangguan tidur, seperti sulit tidur atau sering terbangun di malam hari
  5. Menghindari suara keras atau cahaya terang dengan menutup mata atau telinga
img_title Homeschooling atau Sekolah Formal? Ini Pertimbangannya

Tanda-tanda di atas menjadi sinyal bahwa overstimulasi pada anak sedang terjadi dan perlu perhatian khusus dari orang tua atau pengasuh.

Dampak Overstimulasi Anak Apabila Tidak Ditangani

Dampak overstimulasi anak tidak hanya bersifat sementara saja, tetapi bisa berpengaruh terhadap emosional dan perkembangan otak anak di masa yang akan datang. Selain itu, anak yang terlalu sering mengalami overstimulasi memiliki beberapa risiko di berikut

  1. penurunan kemampuan belajar dan pemusatan perhatian,
  2. gangguan pola tidur yang berkelanjutan, dan
  3. kesulitan dalam interaksi sosial dan regulasi emosi.

Ketiga dampak tersebut bisa berpengaruh terhadap perkembangan otak anak, psikologi, dan kognitif anak dalam jangka panjang.

Cara Mengatasi Overstimulasi

Ada beberapa cara mengatasi overstimulasi pada anak yang bisa diterapkan orang tua dengan langkah efektif berikut ini.

  1. Menciptakan ruang yang tenang dan minim rangsangan setelah aktivitas panjang.
  2. Mengatur waktu layar dan membatasi screen time sesuai usia anak.
  3. Memberi jeda istirahat teratur di antara kegiatan yang padat atau intens.
  4. Mengajarkan aktivitas menenangkan, seperti membaca buku atau bermain permainan sederhana.
  5. Memastikan anak mendapatkan tidur yang cukup setiap hari.
Halaman Selanjutnya
img_title