Anak Berduka? Ini Cara Menguatkan Hatinya di Masa Sulit!

Orang tua menjadi sandaran ketika anak sedang mengalami kehilangan
Sumber :
  • https://www.freepik.com/free-photo/mother-with-her-son-playing-room_3213676.htm

Parenting, VIVA Mindset –Ketika anak menghadapi kehilangan entah kehilangan orang yang dicintai, hewan peliharaan, atau sesuatu yang penting dalam hidupnya dunia bisa terasa terbalik. Sedih, bingung, takut, atau bahkan marah bisa muncul silih berganti. Hal ini wajar. Anak merasakan duka, hanya mungkin cara mereka mengekspresikannya berbeda dari orang dewasa. Menurut panduan dari Child Mind Institute, orang tua dan pengasuh punya peran besar untuk membantu anak melewati masa duka dengan support yang penuh empati.

img_title Benarkah Bayi Lahir Caesar Lebih Mudah Sakit? Ini Penjelasan Medisnya

Mengapa Anak Merasakan Duka dengan Cara yang Berbeda

Anak-anak, terutama yang berusia muda, mungkin belum sepenuhnya memahami arti “kehilangan permanen”. Bisa saja mereka menangis sekarang, lalu beberapa menit kemudian bermain seperti biasa. Ini normal. Duka pada anak bisa muncul dalam bentuk yang berubah-ubah. Tangisan, kemarahan, kebingungan, atau justru diam dan menarik diri. Karena itu, cara mendampingi duka pada anak berbeda dengan orang dewasa. Dibutuhkan kesabaran, empati, dan ruang untuk mereka mengekspresikan perasaan.

img_title Vitalnya Nutrisi 1.000 Hari Pertama Kehidupan: Fondasi Emas Pencegah Stunting

3 Cara Menguatkan Hati Anak Saat Berduka

1. Bicara dengan Jujur dan Terbuka

img_title Menavigasi Batasan Screen Time di Era Digital: Risiko Speech Delay dan Pentingnya Digital Detox

Salah satu hal penting: gunakan bahasa yang sesuai usia anak. Hindari istilah samar seperti “pergi tidur selamanya” hal tersebut bisa membuat bingung, bahkan menakutkan. Jelaskan dengan sederhana, misalnya: “Kakek sudah meninggal, itu artinya tubuhnya berhenti bekerja dan kita tak bisa melihatnya lagi.” Kemudian ajak anak bertanya, dan jawab dengan lembut sesuai kematangan mereka. Jika memungkinkan, orang terdekat menyampaikan kabar duka dengan tenang. Ini membantu anak merasa aman dan tidak sendirian.

2. Izinkan Anak Merasakan & Mengekspresikan Emosi

Tangisan, kesedihan, kemarahan, atau kebingungan semua itu wajar. Beri ruang bagi anak untuk mengekspresikan apa yang mereka rasakan. Dengarkan tanpa menghakimi: “Aku di sini, dan kamu boleh sedih.” Kadang anak akan menangis, kadang memilih diam; keduanya sah. Memberi kesempatan untuk ekspresi juga bisa lewat seni, cerita, menggambar, atau kegiatan lain yang membuat anak merasa nyaman.

3. Pertahankan Rutinitas & Beri Rasa Aman

Setelah duka terjadi, dunia anak bisa terasa kacau. Untuk itu, menjaga rutinitas seperti jam makan, tidur, sekolah, bermain — sangat penting. Rutinitas memberi rasa aman dan stabilitas saat segala sesuatu terasa tak menentu. Selain itu, tetap hadir melalui kehadiran fisik maupun emosional membantu anak merasa bahwa mereka tidak sendiri. Kadang kehadiran tanpa banyak bicara sudah sangat berarti.

Halaman Selanjutnya
img_title