Cara Memilih Mainan Anak Sesuai dengan Usianya
- https://h7.cl/1kQSk
Parenting, VIVA Mindset –Dilansir dari Raising-Children.net. Bermain dengan mainan sangat baik untuk perkembangan anak. Mainan terbaik adalah yang memicu imajinasi kreativitas dan kemampuan memecahkan masalah anak. Selama mainan tersebut menarik minat anak mainan itu bisa berupa apa saja mulai dari bola puzzle balok hingga boneka sederhana. Saat memilih mainan hal terbaik adalah memulainya dengan memikirkan apa yang paling menarik bagi anak Anda.
Prinsip Memilih Mainan Sesuai Usia
1. Bayi Baru Lahir
Bermain adalah tentang interaksi dengan pengasuh. Mainan terbaik adalah yang dimainkan bersama contohnya melihat mobil berwarna cerah mendengarkan mainan musik atau menyentuh benda bertekstur berbeda.
2. Balita
Anak usia balita suka bermain dengan kardus balok bangunan ember dan pakaian untuk dress-up Mereka juga menikmati alat musik sederhana yang bisa mereka guncang atau pukul seperti drum yang terbuat dari panci terbalik.
3. Anak Prasekolah dan Usia Sekolah
Anak yang lebih besar menyukai mainan yang memungkinkan mereka menjelajah memecahkan masalah dan menggunakan imajinasi serta indra mereka. Ini termasuk bahan untuk membangun pesawat kertas membuat kostum atau memasak. Puzzle atau permainan yang mendorong mereka bermain dengan orang lain juga merupakan pilihan yang baik.
Sebagai orang tua kita harus memastikan mainan memenuhi standar keamanan Informasi usia pada kemasan mainan penting untuk keselamatan misalnya untuk menunjukkan kapan mainan memiliki bagian kecil yang dapat tertelan dan menyebabkan tersedak. Untuk keselamatan jangan biarkan anak bermain dengan mainan atau barang rumah tangga yang memiliki Bagian kecil yang bisa tertelan, karet panjang yang bisa menjerat, Baterai kancing yang beracun jika tertelan, Magnet kecil yang kuat, mainan senjata atau boneka yang terlalu dewasa yang tidak sesuai dengan nilai keluarga Anda bicarakan dengan anak secara singkat dan tenang tentang nilai keluarga Anda Alih-alih melarang Anda bisa mengalihkan anak untuk membuat mainan dari benda-benda rumah tangga lain atau menggambar mainan tersebut. Memiliki lebih sedikit mainan justru mendorong anak mengeksplorasi objek secara lebih mendalam dan menggunakan kreativitas mereka.