Panduan Praktis Mengatasi Anak Tantrum

Tips Atasi Anak Tantrum
Sumber :
  • https://id.pinterest.com/pin/4609856538007580928/

Parenting, VIVA Mindset –Tantrum adalah ledakan emosi yang wajar terjadi pada balita dan anak prasekolah. Tantrum biasanya terjadi saat anak merasa frustrasi, lelah, lapar, atau ketika keinginannya tidak terpenuhi. Meskipun membuat stres, tantrum bukan berarti ‘nakal’. Tantrum merupakan bagian dari perkembangan pengendalian emosi anak. Berikut panduan praktis dan mudah diterapkan di rumah:

img_title Memahami Akar Masalah Kehilangan Motivasi Belajar Anak

1. Pahami penyebabnya dulu

Sebelum bereaksi, coba identifikasi penyebab tantrum: apakah anak lapar, kelelahan, bosan, atau sedang butuh perhatian? Mengetahui pemicu membantu Anda mencegahnya di masa depan, misalnya jadwal tidur dan makan yang konsisten. Jika tantrum terjadi karena keinginan untuk mendapatkan sesuatu, konsistensi dalam menolak memberi saat tidak pantas akan mengurangi frekuensi tantrum.

img_title Wajib Tahu! Cara Asyik Ajari Anak Menulis dan Berhitung

2. Tetap tenang karena emosi orangtua menular

Respon orangtua sangat menentukan. Tetap tenang, bernapas dalam-dalam, dan jangan ikut berteriak. Anak belajar mengatur emosi dari contoh orangtuanya yaitu ketika Anda tenang, anak lebih cepat pulih. Jika perlu, langkah singkat Anda bisa keluar ruangan (selama anak aman) untuk menenangkan diri juga boleh.

img_title Seni Mengajar Tanpa Membuat Anak Tertekan

3. Jaga keselamatan, lalu beri ruang yang aman

Selama tantrum, utamakan keselamatan yaitu jauhkan benda berbahaya, tapi biarkan anak mengekspresikan emosinya dalam batas aman. Biarkan tantrum mereda sendiri bila tidak berbahaya karena biasanya anak akan berhenti saat sudah lelah atau merasa didengar. Jangan memaksakan pelukan saat anak menolak. Berikan ruang lalu tawarkan kenyamanan setelah ia tenang.

4. Alihkan perhatian dan berikan pilihan kecil

Salah satu taktik efektif adalah mengalihkan perhatian yaitu tunjukkan mainan, ajak melihat sesuatu di jendela, atau ajukan pilihan kecil yang membuat anak merasa punya kontrol misalnya, “Mau kaus merah atau biru?”. Pilihan kecil mengurangi rasa kehilangan kontrol yang sering memicu tantrum.

5. Jangan memberi hadiah pada perilaku buruk

Jika tantrum digunakan untuk mendapatkan apa yang diinginkan misalnya es krim, memberi hadiah akan memperkuat perilaku itu. Tetap konsisten dengan aturan bilang “tidak”, jangan berubah hati karena tantrum. Namun setelah anak tenang, beri pujian atau perhatian untuk perilaku yang baik karena ini membantu anak belajar perilaku yang diinginkan.

Halaman Selanjutnya
img_title