Ketika Anak Sering Merasa Iri, Ini 9 Hal yang Perlu Orang Tua Lakukan

Anak merasa iri
Sumber :
  • https://unsplash.com/photos/boy-wearing-pink-long-sleeved-top-Em8I8Z_DwA4

Parenting, VIVA Mindset –Perasaan iri adalah salah satu jenis emosi yang sering dialami orang-orang, termasuk anak kecil. Ketika anak merasa iri, hal tersebut wajar terjadi, terutama ketika mereka melihat teman atau saudara mendapat sesuatu yang lebih.

img_title Cara Mengatur Waktu Belajar dan Bermain Anak

 

Namun, perasaan iri dapat berkembang menjadi sikap negatif apabila muncul terlalu sering dalam diri anak dan tidak diarahkan dengan benar. Karena itu, peran orang tua sangat penting untuk membantu anak mengenali dan mengelola perasaan iri, agar mereka tidak tumbuh dengan sikap dan karakter yang buruk.

img_title Orang Tua Wajib Tahu, Ini Cara Tepat Mengawasi PR Anak

 

  1. Menjadi Teladan yang Baik
img_title Homeschooling atau Sekolah Formal? Ini Pertimbangannya

Anak belajar dari cara orang tua merespons kehidupan. Ketika orang tua tidak suka membandingkan diri atau merasa iri pada orang lain, maka anak akan meniru sikap tersebut. Tunjukkan bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan rezeki masing-masing.

  1. Mendengarkan dan Memahami Isi Hati Anak

Saat anak mengungkapkan rasa iri, dengarkan mereka tanpa menghakimi. Tanyakan apa yang membuat mereka merasa begitu dan bantu mereka mengenali akar dari emosi tersebut. Terkadang anak hanya butuh didengarkan dan dipahami sampai emosi mereka mereda.

  1. Mengajarkan Anak untuk Tetap Bersikap Sopan

Walaupun tengah merasa iri, anak perlu belajar bahwa mereka tidak boleh menyindir, menghina, atau memperlakukan orang lain dengan buruk. Orang tua perlu mengajarkan anak contoh kalimat sederhana untuk mengapresiasi orang lain atau mengekspresikan perasaan dengan cara sopan.

  1. Mengajak Anak Melihat Sudut Pandang Orang Lain

Ajak anak untuk memahami bahwa setiap orang memiliki perjalanan dan tantangan masing-masing. Dengan memahami sudut pandang orang lain, anak akan belajar untuk mengembangkan empati dan tidak mudah membandingkan diri dengan orang lain.

  1. Menanamkan Rasa Syukur dalam Diri Anak

Biasakan anak untuk menghargai apa yang mereka miliki, mulai dari tubuh sehat, keluarga, hingga hal-hal kecil yang sering terlewat. Orang tua juga bisa mengajak anak membuat “daftar syukur” harian agar mereka lebih fokus pada hal positif dalam hidup.

  1. Mendorong Keunikan yang Anak Miliki

Yakinkan anak bahwa setiap orang memiliki keunikan masing-masing. Daripada melihat apa yang orang lain miliki, bantu anak untuk menemukan kelebihan dan keunikan diri mereka sendiri. Hal ini akan membantu anak dalam membangun rasa percaya diri.

Halaman Selanjutnya
img_title