Kenali Fobia dan Trauma pada Anak Sebelum Terlambat
- https://www.freepik.com/free-photo/non-explicit-image-child-abuse_94965197.htm
Parenting, VIVA Mindset –Semua anak pernah merasa takut. Itu normal dan bagian dari tumbuh kembang. Namun, bagaimana jika ketakutan itu berubah menjadi begitu ekstrem hingga melumpuhkan aktivitas sehari-hari? Di sinilah orang tua perlu waspada karena bisa jadi anak mengalami gangguan kecemasan serius seperti fobia, serangan panik, atau trauma psikologis.
Dilansir dari laman Raising Children, gangguan kecemasan pada anak bukanlah hal sepele yang bisa "sembuh sendiri seiring waktu." Tanpa penanganan tepat, kondisi ini bisa terbawa hingga dewasa dan menghambat kualitas hidup mereka.
Fobia Spesifik: Lebih dari Sekadar Takut Biasa
Fobia adalah ketakutan intens dan tidak rasional terhadap hal atau situasi tertentu. Beda dengan rasa takut biasa, fobia membuat anak benar-benar panik dan menghindari pemicunya dengan cara ekstrem. Pemicu fobia yang umum pada anak meliputi kegelapan, badai petir, anjing, laba-laba, badut, ketinggian, darah, dan jarum suntik.
Kapan orang tua harus khawatir? Jika fobia sudah mengganggu kehidupan sehari-hari anak, berlangsung lebih dari enam bulan, atau seharusnya sudah hilang di usia tertentu tapi masih bertahan, segera cari bantuan profesional. Fobia yang tidak ditangani bisa berkembang menjadi gangguan kecemasan lebih kompleks.
Serangan Panik: Teror yang Datang Tanpa Peringatan
Serangan panik adalah pengalaman menakutkan berupa rasa takut mendadak yang melanda tanpa pemicu jelas. Gejalanya sangat fisik dan mengerikan: jantung berdebar kencang seperti mau copot, sesak napas seolah tenggelam, sensasi kencang di tenggorokan atau dada, berkeringat dingin, pusing berputar, dan kesemutan di tangan atau kaki.
Yang lebih menakutkan, saat serangan terjadi, anak benar-benar merasa seolah-olah mereka akan mati atau terjadi sesuatu yang sangat buruk. Bayangkan betapa traumatisnya pengalaman ini bagi seorang anak.
Kabar baiknya, serangan panik jarang terjadi pada anak kecil. Kondisi ini lebih sering menyerang remaja. Namun, jika serangan panik mulai berulang dan anak jadi takut mengalami serangan lagi hingga menghindari berbagai situasi, ini sudah masuk kategori panic disorder dengan agoraphobia. Kondisi ini sangat serius dan membutuhkan intervensi profesional segera.