Kenali Tanda, Penyebab, dan Cara Mengatasi Language Delay pada Anak

Setiap tahap usia punya patokan perkembangan bahasa tersendiri
Sumber :
  • https://www.freepik.com/free-photo/close-up-teacher-boy-outdoors_10153178.htm

Parenting, VIVA Mindset –Setiap orang tua pasti menantikan momen ketika buah hati mulai mengoceh, lalu berbicara kata pertamanya. Namun, bagaimana jika perkembangan bahasa si kecil terasa lebih lambat dibanding anak seusianya? Bisa jadi itu pertanda language delay yang perlu perhatian khusus.

img_title Vitalnya Nutrisi 1.000 Hari Pertama Kehidupan: Fondasi Emas Pencegah Stunting

Language delay atau keterlambatan bahasa adalah kondisi dimana anak mengalami kesulitan dalam memahami atau menggunakan bahasa lisan yang tidak sesuai dengan usia mereka. Dilansir dari Raising Children, kesulitan ini bisa berupa tidak merespons saat dipanggil, tidak mengerti instruksi sederhana, atau tidak menggunakan kata dan kalimat sebagaimana mestinya di usia tertentu.

Jangan Salah Kaprah: Ini Bedanya dengan Gangguan Lain

img_title Menavigasi Batasan Screen Time di Era Digital: Risiko Speech Delay dan Pentingnya Digital Detox

Banyak orang tua yang masih keliru membedakan language delay dengan kondisi lain. Language delay berbeda dengan developmental language disorder, yaitu kesulitan bahasa yang menetap setelah anak berusia 3-3,5 tahun. Juga berbeda dengan speech disorder yang lebih fokus pada kesulitan mengucapkan bunyi atau kata tertentu.

Perlu dicatat, anak yang dibesarkan bilingual memang bisa tampak lebih lambat dalam belajar bahasa. Tapi tenang, ini bukan language delay. Ini hanya proses alami otak mereka yang sedang memproses dua sistem bahasa sekaligus.

img_title Mengatasi Tantrum Anak Usia Dini dengan Metode Emotion Coaching

Waspadai Tanda-Tanda di Setiap Tahap Usia

Setiap tahap usia punya patokan perkembangan bahasa tersendiri. Pada usia 6 bulan, misalnya, bayi seharusnya sudah mulai bersuara dan merespons suara. Di usia 12 bulan, harusnya sudah bisa mengucapkan kata sederhana seperti "mama" atau "papa".

Saat menginjak 18 bulan, anak biasanya sudah memahami instruksi satu langkah dan bisa mengucapkan sekitar 20 kata. Nah, di usia 2 tahun ini penting: anak seharusnya sudah bisa mengucapkan minimal 50 kata dan mulai menggabungkan dua kata seperti "mau susu" atau "papa pergi".

Memasuki usia 3 tahun, anak normalnya sudah bisa berbicara dalam kalimat pendek dan dipahami oleh orang lain. Di usia 4-5 tahun, mereka seharusnya sudah lancar bercerita dan menjawab pertanyaan dengan lengkap.

Kapan Harus Mulai Khawatir?

Yang terpenting adalah jangan membandingkan anak dengan anak lain. Setiap anak unik dengan kecepatan perkembangan masing-masing. Namun, bandingkan dengan standar usia yang berlaku. Jika si kecil menunjukkan tanda-tanda tertinggal dari patokan usia, segera konsultasikan dengan profesional.

Halaman Selanjutnya
img_title