Ketika Anak Dikhianati Teman, Apa yang Harus Orang Tua Lakukan?
- https://unsplash.com/photos/mother-scolds-crying-daughter-on-sofa-in-living-room-BsKIPa4AFOY
Parenting, VIVA Mindset –Pengkhianatan dalam pertemanan tentunya menjadi pengalaman yang menyakitkan, terlebih bagi anak-anak yang belum memiliki banyak pengalaman hidup. Mereka belum sepenuhnya memahami mengapa teman yang disayang bisa tiba-tiba berubah, berbohong, atau meninggalkan mereka.
Dalam situasi seperti ini, peran orang tua sangat penting untuk membantu anak memahami perasaan mereka dan tumbuh lebih kuat setelah terluka. Berikut beberapa langkah yang bisa orang tua lakukan ketika anak dikhianati oleh teman mereka.
- Mendengarkan Isi Hati Anak dengan Penuh Perhatian
Biarkan anak menceritakan apa yang terjadi tanpa orang tua sela atau hakimi. Dengarkan dengan empati dan validasi perasaan mereka, misalnya dengan berkata, “Ibu paham kamu pasti sedih,” atau “Wajar kamu kecewa.” Dukungan seperti ini membuat anak merasa aman untuk membuka diri kepada orang tua.
- Menenangkan dan Menghibur Anak dengan Hal-Hal Positif
Setelah anak menceritakan perasaan mereka, bantu mereka menenangkan diri dengan aktivitas yang menenangkan, seperti menggambar, berjalan santai, atau melakukan hal-hal yang mereka sukai. Kehadiran orang tua bisa membantu anak meredakan rasa sakit yang mereka rasakan tanpa harus banyak bicara.
- Mengajarkan Anak untuk Tidak Membalas dengan Menyakiti
Anak mungkin merasa ingin membalas atau menunjukkan amarah mereka. Inilah saat yang tepat bagi orang tua untuk mengajarkan nilai kebaikan dan kendali diri kepada anak. Jelaskan kepada mereka bahwa tidak semua luka harus dibalas dengan tindakan yang sama. Terkadang, menjauh dan menjaga harga diri jauh lebih kuat daripada membalas.
- Menanyakan Apakah Anak Ingin Menjauh atau Menyelesaikan Masalahnya
Setiap anak memiliki cara sendiri dalam menghadapi konflik. Tanyakan apakah mereka ingin menegur teman atau lebih memilih untuk menjaga jarak. Orang tua dapat membantu anak menyiapkan kata-kata yang sopan dan jujur bila mereka ingin menyelesaikan masalah.
- Mengajarkan Anak Batasan dalam Pertemanan
Gunakan pengalaman ini untuk menjelaskan kepada anak bahwa dalam pertemanan, setiap orang berhak memiliki batasan. Tidak semua teman bisa mereka percaya sepenuhnya. Selain itu, menjaga jarak bisa menjadi bentuk menjaga diri agar tetap aman dan tenang.