Peran Teman Sebaya Bagi Anak

Bahagianya anak-anak bermain dengan teman sebaya.
Sumber :
  • https://unsplash.com/photos/four-boy-playing-ball-on-green-grass-tvc5imO5pXk

Parenting, VIVA Mindset –​ Anak di zaman modern sering hanya bergaul dengan orang dewasa. Mereka akrab dengan ayah, ibu, kakek, nenek, atau pengasuh. Namun, anak jadi miskin pengalaman bergaul dengan teman sebaya.

img_title Vitalnya Nutrisi 1.000 Hari Pertama Kehidupan: Fondasi Emas Pencegah Stunting

Teman Sebaya Sebagai Guru Sosial Anak

​Padahal, teman sebaya adalah "guru sosial" pertama bagi anak. Dilansir dari @talkparenting di Instagram, melalui pergaulan dengan teman sebaya, anak belajar berbagai hal. Misalnya belajar berbagi, menunggu giliran, dan menyelesaikan konflik kecil. Tanpa itu, anak akan kehilangan keterampilan sosial dasar. Kemampuan dasar ini sangat dibutuhkan bahkan hingga saat anak tumbuh dewasa.

img_title Menavigasi Batasan Screen Time di Era Digital: Risiko Speech Delay dan Pentingnya Digital Detox

​Bayangkan seorang balita. Setiap hari ia bermain sendiri di rumah. Mainannya lengkap. Orang dewasa selalu ada. Tapi tidak ada tawa anak-anak lain. Lama-lama, balita itu bisa tumbuh jadi pendiam. Ia sulit bergaul. Ketika tiba saat masuk sekolah, ia kaget. Karena tidak terbiasa berinteraksi dengan teman sebaya.

Peran Teman Sebaya Bagi Anak

img_title Mengatasi Tantrum Anak Usia Dini dengan Metode Emotion Coaching

​Pentingnya teman sebaya bukan hanya soal punya teman. Tapi juga tentang siapa teman yang menemani. Ada kasus anak bergaul dengan lingkungan yang buruk. Temannya suka berkata kasar atau berbohong. Jika tidak diawasi, anak bisa mudah meniru. Anak perlu pendampingan.

​Psikolog anak, Anna Surti Ariani, M.Psi. mengatakan, bermain dengan teman sebaya itu kunci. Tentu dengan pendampingan orang tua. Anak belajar interaksi yang setara. Mereka berlatih tertawa bersama. Mereka juga berselisih lalu berdamai. Anak jadi bagian dari kelompok kecil.

Cara Mendampingi Anak Bermain dengan Teman Sebaya

​Lalu, bagaimana caranya? Ajak anak bermain rutin dengan teman sebayanya. Bisa di rumah atau taman. Jangan terlalu khawatir. Biarkan anak bermain bebas. Tapi orang tua harus tetap tahu dengan siapa anak bermain. Buatlah bermacam-macam jenis permainannya. Dampingi sesuai usia anak. Semakin kecil, semakin ketat pengawasan. Semakin besar, pengawasan bisa lebih longgar.

​Intinya, anak butuh dunianya sendiri. Tidak hanya dunia orang dewasa. Orang tua perlu bijak. Arahkan lingkungan sosial anak. Jangan biarkan anak kesepian. Jangan juga biarkan ia bergaul sembarangan. Dengan pendampingan yang tepat, anak tumbuh percaya diri. Anak juga pandai bergaul. Ia siap menghadapi dunia dengan karakter kuat.

Halaman Selanjutnya
img_title