Suara Ayah Jadi Rahasia Kekuatan Batin Putrinya
- https://unsplash.com/id/foto/seorang-pria-menggendong-seorang-gadis-kecil-di-udara-HRHN9-HTxhg
Parenting, VIVA Mindset – Tahukah kamu bahwa suara seorang ayah tidak hilang begitu saja bagi putrinya? Kata-katanya bergema. Suara ayah menjadi warisan yang dibawa anak perempuan seumur hidup.
Dilansir dari @parent.wisdom di Instagram, suara ayah bukan sekadar ingatan. Emosi dan kata-kata dari ayah "terprogram" ke dalam otak anak. Emosi dan kata-kata itu membentuk pola cara anak berbicara pada dirinya sendiri (self-talk) dan rasa harga dirinya (self-worth).
Suara yang Membangun atau Meruntuhkan
Bayangkan:
- Saat putrimu jatuh sewaktu belajar sepeda, apa yang ia dengar?
- Ketika ia merasa tidak yakin saat menghadapi ujian, suara siapa yang muncul di benaknya?
Inilah kekuatannya:
- Kata-kata dukungan seperti: "Sayang, kamu pasti bisa. Ayah percaya padamu." Kalimat dukungan ini menumbuhkan rasa percaya diri.
- Kata-kata keras seperti: "Kamu terlalu lambat. Kamu tidak akan pernah berhasil." Ini bisa menjadi kritikan diri yang terus berulang.
Cara ayah memperbaiki kesalahan, menghibur, atau memberi semangat sering kali menjadi nada yang dipakai anak pada dirinya sendiri. Baik saat anak gagal atau saat ia perlu keberanian.
Pengaruh Ayah dalam Kehidupan Putrinya
Penelitian menyatakan bahwa ada hubungan erat antara ayah dan putrinya dengan:
- Rasa percaya diri.
- Ketahanan menghadapi tekanan.
- Keberanian mengambil risiko.
- Cara mengatasi kesalahan.
Bahkan setelah dewasa, banyak anak perempuan masih mendengar suara ayahnya dalam batin mereka.
Contoh:
Seorang wanita karier akan menghadapi presentasi besar. Jantungnya berdebar. Di benaknya, muncul bisikan: "Kamu tidak sepintar yang lain." Bisikan ini seringkali berakar pada kritikan berulang yang ia dengar saat kecil.
Di sisi lain, wanita lain menghadapi kegagalan proyek. Ia menarik napas, lalu mendengar: "Tidak apa-apa. Jatuh itu biasa. Ayah tahu kamu bisa belajar dan bangkit lagi." Kalimat ini menjadi pondasi kekuatan batin yang ditanamkan ayahnya.
Mempengaruhi Kekuatan Batinnya
Anak-anak tidak hanya mendengarkan. Mereka menyerap cara orang tua berbicara. Kehadiran, dorongan, dan rasa hormat dari seorang ayah dapat mempengaruhi suara batin anak. Hal ini mengubahnya menjadi ketangguhan, kasih sayang, dan kekuatan. Dukungan bisa menjadi kepercayaan diri. Kritik bisa menjadi keraguan diri.