3 Bahaya Screen Time Bagi Anak di Bawah 2 Tahun
- https://unsplash.com/id/foto/seorang-gadis-balita-kecil-duduk-di-dalam-mobil-bermain-dengan-smartphone-musim-panas-xu0LtUAwWMo
Parenting, VIVA Mindset – Sering merasa si kecil tenang dan 'anteng' saat diberi gadget? Hati-hati, Ayah Bunda! Kebiasaan ini bisa membawa dampak jangka panjang pada tumbuh kembangnya. Dilansir dari @citra_amelinda di Instagram, memang anak di bawah 2 tahun dilarang keras terpapar screen time berlebihan.
Mengapa Anak Perlu Dijauhkan dari Layar?
Berikut 3 alasan utama yang harus kita pahami:
1. Perkembangan otak terlambat
Paparan gadget terlalu dini dapat menyebabkan keterlambatan di banyak area perkembangan. Misalnya anak bisa terlambat bicara. Mereka mungkin kesulitan fokus dan memperhatikan. Regulasi emosi dan kemampuan berempati juga bisa terhambat.
Contoh: Saat anak menonton, ia hanya menerima stimulasi satu arah. Ia tidak belajar membalas tatapan. Ia tidak berlatih merespons ucapan kita. Interaksi ini sangat penting agar otaknya terstimulasi optimal.
2. Hambatan pertumbuhan fisik
Anak yang kecanduan gadget cenderung diam dan malas bergerak. Mereka merasa sudah cukup terhibur tanpa harus aktif. Hal ini membuat pengeluaran energi berkurang. Otot dan massa tulang tidak terlatih dengan baik.
Contoh: Bayangkan balita yang seharusnya merangkak, berdiri, atau berlarian. Ia justru duduk manis menonton. Jangka panjangnya, risiko obesitas dan tulang yang kurang kuat meningkat. Anak juga jadi lebih mudah sakit.
3. Kebutuhan hubungan positif
Bayi dan balita hanya butuh hubungan dua arah dari pengasuhnya. Hubungan ini menjadi kunci belajar mereka. Anak-anak butuh pelukan, tatapan, dan interaksi nyata, bukan dari layar.
Contoh: Saat kita bermain cilukba, anak belajar menanti giliran. Saat dibacakan buku, ia belajar melakukan kontak mata dan mengenal ekspresi wajah kita. Kegiatan ini menumbuhkan kemampuan sosial dan bahasanya. Layar tidak bisa menggantikan semua ini.
Hadiah Terbaik untuk Si Kecil
Kehadiran kita adalah hadiah terbaik bagi tumbuh kembang anak. Mereka butuh manusia, bukan layar. Namun ada satu pengecualian, yaitu Video chatting. Video chatting diperbolehkan. Anak tetap berinteraksi dengan orang lain, meski terpisah jarak. Hal ini bermanfaat untuk perkembangan sosial dan bahasa mereka. Ini membantu menjalin kedekatan dengan keluarga jauh.