Bocoran dari DSA Supaya Anak Tumbuh Cerdas, Ini Rahasianya!
- Freepik/ Freepik/ https://www.freepik.com/free-photo/side-view-boy-reading_7150702.htm
Parenting, VIVA Mindset – Banyak orang tua bertanya-tanya, benarkah kecerdasan anak itu cuma diwariskan dari orang tua? Atau adakah cara supaya anak tumbuh cerdas optimal? Dilansir dari Ngobrol Parenting Learning Time, dokter spesialis anak dr. Fitria Mahrunnisa membedah tuntas soal kecerdasan anak dan rahasia besar membesarkan anak yang cerdas.
Fakta Kecerdasan: Genetik 40-60%, Sisanya Peran Lingkungan
Dr. Fitria membongkar fakta bahwa sekitar 40 sampai 60 persen kecerdasan anak memang dipengaruhi genetika dari orang tua. Penelitian melibatkan puluhan ribu orang menunjukkan sekitar 40-52 gen terkait dengan kecerdasan. Namun, bukan berarti genetik jadi segalanya.
Sisanya, faktor lingkungan dan pengasuhan punya peran yang jauh lebih besar. Jadi, layaknya membangun rumah, genetik ibarat bahan dasar, tapi lingkungan adalah fondasi, semen, dan segala proses pembangunan yang menentukan kokoh atau tidaknya.
Nutrisi dan Stimulasi Kunci Utama
Otak anak berkembang pesat terutama di 1000 hari pertama kehidupan. Nutrisi optimal sangat penting agar otak terbentuk maksimal. Anak sehat dengan asupan gizi seimbang otomatis kemampuan kognitifnya makin optimal pula.
Selain itu, stimulasi pun tak kalah penting. Stimulasi yang diberikan harus sesuai usia mulai dari dalam kandungan, waktu bayi lahir, hingga anak tumbuh besar. Misalnya, ngobrol dengan bayi dalam kandungan dan memberi stimulasi sensorik serta motorik sesuai usia anak.
Waspadai Stres dan Pengaruh Gadget
Anak yang stres akan sulit berkembang optimal, begitu juga anak yang terlalu sering bermain gadget malah berisiko gangguan motorik kasar dan keseimbangan tubuh. Orang tua disarankan mengatur intensitas gadget dan lebih aktif mengajak anak bermain dan beraktivitas.
Tanda-Tanda Keterlambatan dan Pentingnya Deteksi Dini
Keterlambatan bicara dan perkembangan jadi masalah umum anak usia dini masa kini. Orang tua perlu peka mengenali tanda keterlambatan tumbuh kembang, sebaiknya melakukan screening rutin setiap 3 bulan di usia di bawah 2 tahun, agar intervensi dan stimulasi bisa cepat diberikan.
Pentingnya Support System dan Ketenangan Orang Tua
Mengasuh anak tentu bukan tanpa tekanan. Dr. Fitria menekankan peran support system keluarga agar orang tua tetap stabil secara mental dan emosional, sebab stress dan panik orang tua berdampak negatif pada perkembangan anak. Orang tua juga perlu "time out" untuk recharge agar bisa mendampingi anak secara optimal.