Ayah Anak Main Bareng, Bikin Anak Cerdas dan Jago Sosial

Waktu bermain dengan ayah bagi anak sangat mengesankan.
Sumber :
  • https://share.google/lQzGDpAGDhbSajd8O

Parenting, VIVA Mindset – Ayah, sudahkah kamu meluangkan waktu berkualitas untuk bermain dengan si Kecil hari ini? Tidak ada jeleknya jika kamu menyempatkan bermain 10 menit dengan anakmu.

img_title Mengenal Ms. Rachel dan Metode Viralnya dalam Membantu Speech Delay Anak

​Sebuah studi menunjukkan, dilansir dari @tentanganal-id di Instagram, bermain aktif dengan ayah selama 10 menit sehari bisa membuat anak lebih cerdas, mudah berteman, dan tidak gampang tantrum. Hal ini karena kuantitas waktu dan kualitas interaksi, memberi pengalaman emosi positif. Intinya bebaskan pergerakan anak dan hindari mengatur atau mengkritik berlebihan saat bermain.

​Apa Itu Rough-Tumble Play?

img_title Cara Mengatasi Anak Susah Makan dan GTM: Panduan Aturan Feeding Rules IDAI

​Salah satu jenis permainan yang sangat dianjurkan adalah Rough-Tumble Play. Ini adalah kegiatan fisik yang membutuhkan banyak energi, seperti memanjat, bergulat, atau berguling.

​Selama tidak ada kekerasan atau menyakiti, permainan ini justru sangat baik untuk perkembangan anak.

img_title Terlalu Sering Membentak Anak? Ini Dampak Buruk bagi Otak dan Solusi Memperbaikinya

​Manfaat Rough-Tumble Play

  1. Belajar sosial: anak belajar bergantian peran, menunggu giliran, dan memahami batasan.
  2. ​Keluarkan energi: ini adalah cara efektif untuk melepaskan energi berlebih dan mengurangi ketegangan.
  3. ​Kekuatan diri: anak memahami batas-batas kekuatan fisiknya sendiri.
  4. ​Aturan pergaulan: anak belajar apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan terhadap teman.

​Contoh Rough-Tumble Play Berdasarkan Usia

Jenis permainannya bisa disesuaikan dengan usia anak:

  1. ​Bayi (0–1 Tahun):

Gendong atau goyangkan di pangkuan, digendong tinggi. Pastikan gerakan lembut untuk menghindari cedera.

Contoh: Ayah mengangkat bayi sambil tertawa kecil, seperti main 'pesawat terbang' yang gerakannya pelan.

  1. Toddler (1–3 Tahun) & Pra-sekolah (4–5 Tahun):

Kejar-kejaran, berputar, menari, atau bergulat dengan aman.

Contoh: Ayah berpura-pura jadi monster yang mengejar anak, lalu membiarkan anak 'menangkap' Ayah untuk berguling-guling di kasur.

  1. ​Usia Sekolah (5–12 Tahun):

Bermain 'bertengkar' atau gulat ala WWE dengan aman. Poin utamanya anak harus paham, bermain harus aman dan saling menghargai.

Contoh: Ayah dan anak melakukan 'tarik-menarik' lengan, di mana Ayah memberi perlawanan secukupnya tanpa menyakiti, lalu membiarkan anak menang dan merayakan kemenangannya.

​Apakah Bermain “Bertengkar” Membuat Anak Jadi Kasar?

​Wajar jika kamu khawatir bermain pura-pura bertengkar bisa membuat anak jadi kasar. Namun, kamu bisa membedakannya dengan melihat red flag (lampu merah) dan aman (lampu hijau):

Halaman Selanjutnya
img_title