4 Cara Ampuh Menghadapi Anak Pembangkang dan Tantrum Agar Tumbuh Percaya Diri

Setiap anak punya bahasa cinta yang berbeda
Sumber :
  • https://www.freepik.com/free-photo/child-suffering-from-lice-infection_29011754.htm

Parenting, VIVA Mindset –Pernah merasa kewalahan saat menghadapi anak yang tiba-tiba tantrum atau terus-menerus membangkang? Kamu tidak sendirian. Hampir semua orang tua pasti mengalami momen-momen seperti ini, terutama saat anak sedang mengalami lonjakan emosi yang sulit mereka kendalikan.

img_title Memahami Akar Masalah Kehilangan Motivasi Belajar Anak

Menurut Alyssa Blask Campbell, pakar pengembangan emosi dan pencipta metode Collaborative Emotion Processing (CEP), setiap anak memiliki kebutuhan emosional yang unik. Yang perlu kamu pahami adalah bahwa perilaku sulit anak sebenarnya adalah cara mereka mengkomunikasikan perasaan yang belum bisa mereka ungkapkan dengan kata-kata.

Dilansir dari laman Your Tango, setiap anak punya bahasa cinta yang berbeda. Ada yang butuh pelukan hangat, ada yang perlu didengarkan, dan ada juga yang cukup dengan kehadiran kamu di sampingnya. Cobalah amati: kapan anak terlihat paling tenang dan bahagia? Apakah saat kamu membacakan cerita, bermain bersama, atau sekadar ngobrol santai?

img_title Wajib Tahu! Cara Asyik Ajari Anak Menulis dan Berhitung

Misalnya, jika anak kamu tipe yang sensitif terhadap suara keras, hindari berbicara dengan nada tinggi saat ia sedang tantrum. Sebaliknya, gunakan suara lembut dan tenang untuk membantu menenangkannya.

1.      Refleksikan Diri dan Pahami Karaktermu sebagai Orang Tua

img_title Seni Mengajar Tanpa Membuat Anak Tertekan

Sebelum memahami anak, kamu perlu mengenali diri sendiri terlebih dahulu. Apakah kamu tipe orang tua yang mudah panik atau cenderung sabar? Bagaimana reaksimu saat stres?

Campbell menyarankan untuk melakukan refleksi diri secara jujur. Kadang yang kita anggap "nakal" dari anak, sebenarnya adalah cerminan dari emosi kita sendiri yang belum terkelola dengan baik. Kamu bisa mencoba kuis gratis di seedquiz.com untuk membantu memahami tingkat sensitivitas diri dan anak.

2.      Kenali Tanda-Tanda Sebelum Emosi Meledak

Sama seperti gunung berapi yang menunjukkan tanda-tanda sebelum meletus, emosimu juga punya sinyal peringatan. Mungkin napas mulai pendek, rahang mengencang, atau suara mulai meninggi. Dengan mengenali tanda-tanda ini, kamu bisa mengambil jeda sejenak sebelum bereaksi berlebihan.

Cobalah teknik sederhana seperti menarik napas dalam-dalam atau menghitung sampai sepuluh sebelum merespons perilaku anak yang memicu emosi.

3.      Ajarkan Anak Mengenali Gunung Berapi Emosinya

Halaman Selanjutnya
img_title