Ayah, Jangan Rebut Dunia Anakmu

Momen kecil ayah dengan anak dapat membangun kepercayaan besar.
Sumber :
  • https://pixabay.com/id/photos/ayah-putra-pria-anak-laki-laki-2457420/

Parenting, VIVA Mindset – ​Apakah kamu pernah lihat anak menangis histeris hanya karena hal sepele? Seperti sedotan susu kotak yang sudah kamu tusukkan? Padahal sebagai ayahnya, kamu berpikir untuk membantunya dengan menusukkan sedotan itu. Supaya anakmu dapat segera menikmati minumannya.

img_title Vitalnya Nutrisi 1.000 Hari Pertama Kehidupan: Fondasi Emas Pencegah Stunting

Dilansir dari  @mas_azi di Instagram, ternyata perbuatan kecil yang kamu maksudkan “menolong” itu tidak disukai anak. Melihat anakmu jadi histeris, seringkali kamu menganggapnya berlebihan atau "lebay". Kamu mungkin berpikir, "Ya ampun, gitu aja nangis?"

img_title Menavigasi Batasan Screen Time di Era Digital: Risiko Speech Delay dan Pentingnya Digital Detox

​Faktanya, di balik tangisan itu ada pesan penting: "Aku ingin mencoba sendiri. Aku butuh didampingi, bukan diambil alih."

1. ​Dunia Anak

img_title Mengatasi Tantrum Anak Usia Dini dengan Metode Emotion Coaching

Bagi kita momen menusukkan sedotan ke lubang sedotan di kotak minumnya mungkin hal kecil. Tapi bagi anak, itu adalah momen penting di mana mereka merasa mampu dan berdaya. Ketika kita mengambil alih, kita tanpa sadar merenggut momen kontrol kecil itu.

Hai para ayah, ketahuilah bahwa emosi anak belum bisa diatur dengan logika. Anak-anak mengekspresikan semuanya secara mentah-mentah: nangis, rewel, atau tantrum. Anak-anak merasa kehilangan dan sedih karena momen kecil mereka direbut.

2. Cara Merespons yang Tepat

Lalu, apa yang harus kamu lakukan saat anak menangis karena hal sepele?

Turunkan posisimu setara dengan mereka. Ajak mereka bicara dengan lembut.

- Akui perasaan mereka. Misalnya, "Kamu kecewa, ya, Ayah tusukin sedotannya duluan?"

- Beri mereka kesempatan lagi. Biarkan mereka memegang kendali, meskipun hanya pura-pura dengan susu baru.

Dengan respons kecil seperti ini, anak akan belajar bahwa "Ayah mengerti aku."

3. Dampak Jangka Panjang: Kepercayaan dan Hubungan

Momen-momen kecil yang kamu hadapi dengan tepat akan membangun kepercayaan besar. Anak akan merasa aman dan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri.

Sebaliknya, jika kamu selalu mengabaikan atau meremehkan perasaannya, anak akan belajar, "Percuma cerita ke Ayah."

Hal ini bukan hanya berdampak pada tantrum hari itu, tapi juga memengaruhi cara anak menjalin hubungan di masa depan.

​Jadi, jangan pernah remehkan momen sekecil sedotan susu kotak. Responsmu bisa membuat mereka merasa "Ayah selalu ada untukku."

Halaman Selanjutnya
img_title