4 Tips Atasi Perudungan Anak di Sekolah

Jadilah teman cerita yang suportif
Sumber :
  • https://pixabay.com/id/photos/ibu-keluarga-anak-laki-laki-anak-8490977/

Parenting, VIVA Mindset – Sudah bukan rahasia lagi kalau perundungan (bullying) bisa punya dampak jangka panjang yang serius buat anak-anak. Apalagi kalau guru di sekolah juga ikut mendiamkan, rasanya pasti hancur, kan?

img_title Benarkah Bayi Lahir Caesar Lebih Mudah Sakit? Ini Penjelasan Medisnya

​Menurut @parentinganaku di Instagram, sebuah studi menyebutkan, anak yang mengalami perundungan tapi tidak mendapat dukungan dari orang dewasa, berisiko dua kali lipat lebih besar mengalami masalah mental di kemudian hari. Jangan sampai anakmu jadi salah satunya.

img_title Vitalnya Nutrisi 1.000 Hari Pertama Kehidupan: Fondasi Emas Pencegah Stunting

​Jadi, apa yang harus kita lakukan?

1. ​Catat Detail Kejadiannya

img_title Menavigasi Batasan Screen Time di Era Digital: Risiko Speech Delay dan Pentingnya Digital Detox

Tulis tanggal, waktu, siapa pelakunya, dan siapa saja yang menjadi saksi. Makin lengkap datanya, makin kuat posisi kamu saat melaporkan.

2. ​Ajak Anak Berbicara

Tanyakan perasaannya, apa yang dia butuhkan. Jadilah teman cerita yang suportif.

3. Komunikasi Langsung dengan Pihak Sekolah

Setelah mengumpulkan bukti, jangan ragu untuk bertemu dengan wali kelas atau kepala sekolah. Jelaskan apa yang terjadi dan minta mereka mengambil tindakan.

4. ​Cari Support System Lain

Ajak anakmu berinteraksi dengan orang tua lain, komunitas anti-bullying, atau konselor. Mengetahui ada banyak orang yang peduli akan membuat dia merasa lebih kuat.

Dilansir dari unicef.org, guru di sekolah yang muridnya mengalami perudungan, sebaiknya melakukan hal-hal berikut.

1. Tanggapi kejadian itu dengan serius. Hargai dan berterima kasihlah pada siswa tersebut karena telah melapor kepada guru. Yakinkan dia bahwa itu bukan salahnya. Tunjukkan empati.

2. Bantu anak yang di-bully untuk membela dirinya sendiri – bahwa dia bisa mengatakan tidak suka jika dikerjai oleh temannya.

3. Tanyakan kepada anak tentang apa yang dapat dilakukan untuk membuat dia merasa aman.

4. Bicaralah dengan setiap anak yang terlibat dalam situasi ini secara terpisah. Hindari menyalahkan, mengkritik, atau meneriaki di depan wajah mereka. Dorong dan hargai nilai kejujuran.

5. Pertimbangkan peran atau pengaruh 'kelompok sebaya'. Bullying terkadang dilakukan oleh kelompok. Jika bullying dilakukan oleh seorang anak, dengan bantuan atau dukungan dari anak-anak lain, mereka semua juga harus menanggung konsekuensinya bersama, terutama agar mengetahui dampak perbuatan mereka kepada anak yang dibully, serta meminta maaf.

Halaman Selanjutnya
img_title