Wajib Tahu! 2 Sastrawan Besar Islam Pernah Dituduh Plagiat

Ilustrasi Hak Cipta
Sumber :
  • freepik.com

Mindset –Sudah menjadi pengetahuan umum kalau seorang penulis tidak boleh melakukan plagiat. Hal tersebut berlaku bukan hanya untuk tulisan ilmiah, tetapi juga karya sastra

img_title Polri Gelar Dialog Internal Perkuat Penanganan Modus Love Scamming dan Kejahatan Digital

Untuk tulisan ilmiah pasti Sobat Mindset sudah beberapa kali mendengar kisah pejabat di dunia pendidikan yang melakukan plagiat atau plagiarisme karya mahasiswanya. 

Hukuman untuk pelaku-pelaku semacam itu tentu mencakup sanksi di ranah hukum karena plagiat melanggar hak cipta. Selain itu, kredibilitas mereka juga langsung turun drastis. 

img_title Ariana Grande Ambil Jalur Hukum usai Musik dan Video Rahasia Berulang Kali Dibocorkan

Sementara di dunia sastra Indonesia, bahkan penyair besar seperti Chairil Anwar pun tersandung kasus plagiat. Laskar Pelangi karya Andrea Hirata juga pernah dituduh karya plagiat. 

Chairil Anwar

Photo :
  • Wikipedia

img_title Perlukah Anak Punya Akun Media Sosial Sejak Kecil? Pastikan Pertimbangkan Beberapa Hal Berikut!

Beberapa puisi yang Chairil Anwar sodorkan kepada redaktur sebagai karya dia ternyata di belakang hari ketahuan merupakan saduran penyair luar. 

Dalam kasus Chairil Anwar, dia melakukan hal tersebut karena tuntutan ekonomi. Para kritikus juga biasa memperdebatkan apakah beberapa bagian dalam karyanya merupakan bentuk plagiat atau sekadar pengaruh. 

Pelaku kasus plagiat di dunia sastra biasanya mendapat sanksi sosial yang bisa berlaku seumur hidup jika dia melakukan plagiat seumur hidup. 

Oleh sebab itu, tuduhan plagiat dalam dunia sastra harus dilakukan dengan hati-hati. Tuduhan plagiat juga bisa digunakan oleh satu pihak untuk mendiskreditkan seorang penulis. 

Nah, tapi tahu enggak Sobat Mindset kalau ada 2 sastrawan besar kita yang pernah dituduh plagiat?

Yang pertama adalah Buya Hamka dan yang kedua adalah Taufiq Ismail. Yuk simak penjelasan lebih rincinya. 

1. Buya Hamka dan Tenggelamnya Kapal van der Wijck

Buya Hamka dan Tafsir Al-Azhar Karyanya

Photo :
  • Istimewa

Buya Hamka adalah seorang ulama besar yang salah satu karya legendarisnya adalah tafsir Al-Azhar. Di samping itu, Buya Hamka juga seorang sastrawan. 

Baik dalam bidang keagamaan maupun sebagai seorang sastrawan, Buya Hamka sangat produktif. Karya-karyanya berupa prosa juga tetap dibaca orang sampai kini. 

Sebut saja misalnya novel Tenggelamnya Kapal van der Wijck dan novela Di Bawah Lindungan Ka’bah, dua karya yang bukan hanya terkenal di Indonesia tetapi bahkan menjadi bacaan wajib di negara tetangga. 

Halaman Selanjutnya
img_title