Anak Remaja Menarik Diri dan Moody? Ini Cara Orang Tua Bisa Membantu
- https://pixabay.com/photos/girl-sitting-jetty-docks-boardwalk-1822702/
Parenting, VIVA Mindset – Ketika remaja menghadapi emosi yang terasa berat dan sulit dipahami, mereka kerap memilih menarik diri. Kondisi ini sering membuat orang tua cemas dan bingung harus bersikap seperti apa. Hal tersebut dibahas oleh Elena Lister, MD, Associate Professor of Psychiatry di Weill Cornell Medical Center, bersama Michael Schwartzman, Ph.D., ABPP, Psikolog Senior dan Psikoanalis Bersertifikat Global, dalam tulisan mereka di Psychologytoday.com, Senin, 9 Februari.
Menurut Lister dan Schwartzman, menarik diri merupakan bagian dari tugas perkembangan remaja dalam belajar mengelola emosi dan membangun kemandirian. “Kesulitan menenangkan diri dan menyesuaikan perasaan adalah tugas perkembangan yang sangat penting,” tulis mereka.
Para penulis menekankan bahwa keinginan orang tua untuk segera menyelesaikan masalah anak justru bisa menghambat terbentuknya ketahanan emosional. Terburu-buru menyelesaikan masalah anak tidak membantu mereka mengembangkan resiliensi menghadapi emosi yang kuat atau membingungkan.
Langkah awal yang disarankan adalah orang tua mengelola emosi dan kecemasan diri sendiri sebelum mendekati anak. Dengan sikap tenang, objektif, dan tidak menghakimi, orang tua dapat menciptakan ruang aman bagi remaja untuk membuka diri sesuai waktunya. “Bukan nasihat yang paling menenangkan anak, melainkan perasaan didengarkan dan dihormati,” kata keduanya.
Meski demikian, orang tua tetap perlu waspada. Perubahan signifikan dan berkepanjangan pada pola tidur, makan, suasana hati, sekolah, atau relasi sosial bisa menjadi tanda perlunya bantuan profesional. Dalam kondisi lain, memberi jarak yang penuh empati justru membantu remaja belajar menghadapi distress dan menjadi lebih mandiri.