Viral Hacks BB Bayi, Dokter Anak Ingatkan Risikonya

Orangtua sebaiknya tidak mudah tergoda tren di media sosial.
Sumber :
  • https://pixabay.com/photos/kid-food-fruit-baby-bottle-4893504/

Kesehatan, VIVA Mindset – Berbagai hacks menaikkan berat badan bayi ramai beredar di media sosial. Mulai dari pemberian minyak dicampur madu hingga MPASI berbentuk blenderan nasi, telur, dan susu yang diminumkan ke bayi. Namun, cara-cara tersebut dinilai tidak tepat dan berisiko bagi tumbuh kembang anak.

img_title Kabut Asap Karhutla Memburuk, Waspadai Bahaya Partikel PM2.5 bagi Paru-Paru

Dokter anak sekaligus kreator edukasi kesehatan, Dr. dr. Meta Hanindita, Sp.A(K), menegaskan bahwa tujuan pemberian MPASI bukan semata mengejar kenaikan berat badan.

“Tujuan pemberian MPASI bukan hanya sekadar BB naik pesat, tapi pertumbuhan sehat dan proporsional,” tulis dr. Meta melalui akun Instagram @metahanindita, Rabu, 28 Januari.

img_title Fenomena Karnaval Pakai Sound Horeg, Kenali Bahaya bagi Kesehatan Telinga

Ia menjelaskan, MPASI diberikan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi lengkap dan seimbang, sekaligus melatih keterampilan makan bayi agar mampu beradaptasi dengan makanan keluarga sesuai usianya.

Menurutnya, berbagai hacks yang viral kerap menjadi jalan pintas tanpa mempertimbangkan efek jangka panjang. Salah satunya adalah pemberian minyak dan madu yang hanya mengandung lemak dan gula.

img_title Bukan Hal Tabu! Ini Panduan Menjaga Kebersihan Organ Intim Saat Menstruasi bagi Remaja

“Pemberian minyak dan madu hanya mengandung sumber lemak dan gula yang tentu tidak lengkap dan tidak seimbang,” ujarnya.

Selain itu, MPASI yang dihaluskan lalu diminumkan juga tidak melatih kemampuan makan bayi secara optimal. Bayi perlu belajar mengunyah, menggerakkan lidah, dan mencerna makanan secara bertahap.

Dr. Meta mengingatkan bahwa kenaikan berat dan panjang badan seharusnya menjadi dampak alami dari pola makan yang benar, bukan tujuan utama.

“Berat badan dan panjang badan naik adalah efek, bukan tujuan satu-satunya dari pemberian makan,” tegasnya.

Ia pun mengajak orang tua untuk tidak mudah tergoda tren di media sosial dan tetap memberikan makanan sesuai kebutuhan serta tahap perkembangan anak.