Sering Dikira Mematikan, Dokter Ungkap Fakta Soal GERD
- https://www.linkedin.com/in/dionharyadi/?originalSubdomain=id
Kesehatan, VIVA Mindset – Banyak orang masih merasa cemas berlebihan saat mengalami nyeri ulu hati, dada terasa sesak, hingga sensasi panas di lambung. Tak sedikit pula yang menganggap kondisi tersebut berisiko mematikan. Padahal, penyakit lambung seperti gastroesophageal reflux disease (GERD) tidak termasuk penyakit yang secara langsung menyebabkan kematian.
Hal ini disampaikan oleh Dr. Dion Haryadi, PN1, CHC, AIFO-K, dokter umum sekaligus certified health coach yang aktif memberikan edukasi kesehatan melalui Instagramnya @dionharyadi, Senin 26 Januari.
Menurut dr. Dion, GERD memang dapat menimbulkan keluhan yang mengganggu aktivitas, seperti nyeri dan rasa tidak nyaman di dada. Namun, kemungkinan kondisi tersebut berujung fatal tergolong sangat kecil.
Ia menjelaskan bahwa risiko tersebut bersifat tidak langsung dan jarang terjadi, bahkan dapat dianalogikan dengan kemungkinan kecelakaan sehari-hari yang secara teori bisa terjadi, tetapi peluangnya sangat rendah.
Di sisi lain, dr. Dion mengingatkan bahwa nyeri di ulu hati tidak selalu berkaitan dengan gangguan lambung. Dalam beberapa kasus, keluhan tersebut justru merupakan gejala penyakit jantung yang sering disalahartikan.
“Yang lebih sering terjadi adalah serangan jantung yang dikira masalah lambung karena gejalanya mirip,” ujarnya.
Meski demikian, kondisi tersebut umumnya dialami oleh individu dengan faktor risiko tertentu, seperti hipertensi, obesitas, kolesterol tinggi, usia lanjut, serta riwayat penyakit metabolik lainnya.
Bagi masyarakat yang mengalami keluhan asam lambung secara berulang, dr. Dion menyarankan agar melakukan pemeriksaan medis untuk mengetahui penyebab pasti, apakah dipicu oleh infeksi bakteri atau faktor gaya hidup.
Jika penyebabnya berkaitan dengan pola hidup, maka perubahan kebiasaan menjadi langkah utama yang perlu dilakukan. Mulai dari makan secara teratur, membatasi makanan pedas dan berminyak, menghindari gorengan, hingga menghentikan konsumsi kopi, rokok, dan alkohol untuk sementara waktu.
Ia menegaskan bahwa penggunaan obat tanpa disertai perbaikan gaya hidup tidak akan memberikan hasil optimal.
“Mau minum obat sebanyak apa pun, tidak akan efektif jika fondasinya tidak dibenarkan,” tegasnya.
Dr. Dion Haryadi, PN1, CHC, AIFO-K sendiri dikenal sebagai kreator konten kesehatan dengan fokus pada nutrisi, fitness, fat loss, serta manajemen berat badan tanpa diet ekstrem. Ia juga dikenal dengan sebutan “The Diet Hyung” di Instagram dan TikTok.