Bayi Belum Bisa Bilang “Mama”? Tenang, ini Penjelasan Dokter Anak
- https://pixabay.com/photos/baby-sitting-smiling-happy-boy-3386242/
Kesehatan, VIVA Mindset – Banyak orang tua mulai cemas ketika bayinya mendekati usia satu tahun, tetapi belum juga mengucapkan kata pertama. Apalagi saat melihat anak seusianya sudah bisa memanggil “mama” atau “papa”.
Tak sedikit ibu dan ayah yang akhirnya merasa kurang stimulasi, kurang rajin mengajak bicara, bahkan menyalahkan diri sendiri.
Padahal, menurut dokter spesialis anak Victoria Ang-Nolasco, perkembangan bahasa bayi tidak dimulai ketika kata pertama terdengar.
“Bahasa anak tidak tiba-tiba muncul saat ia mengucapkan kata pertamanya. Perkembangan itu sudah dimulai jauh sebelumnya,” tulis dr. Victoria Ang-Nolasco di laman discerningparenting.com.
Bahasa Bayi Sudah Berkembang Sejak Dini
Dalam penjelasannya, dr. Victoria membagi perkembangan bahasa bayi ke dalam dua kemampuan utama, yaitu bahasa reseptif dan bahasa ekspresif.
“Bahasa reseptif adalah bagaimana bayi memahami apa yang ia dengar, sementara bahasa ekspresif adalah bagaimana ia menyampaikan sesuatu, baik lewat suara maupun kata,” jelasnya.
Artinya, meski bayi belum berbicara, ia sebenarnya sudah aktif berkomunikasi.
Saat bayi menoleh ketika namanya dipanggil, mengenali kata “mama” atau “bola”, atau mengikuti perintah sederhana seperti “sini”, itu merupakan bagian penting dari perkembangan bahasa.
“Memahami bahasa selalu datang lebih dulu sebelum anak mampu mengucapkan kata,” tulis dr. Victoria.
Tahapan Menuju Kata Pertama
Menurut dr. Victoria Ang-Nolasco, bayi sebenarnya sudah mempersiapkan kemampuan berbicaranya sejak bulan-bulan awal kehidupan.
Pada masa newborn, bayi berkomunikasi lewat tangisan. Memasuki usia sekitar dua bulan, bayi mulai mengeluarkan suara vokal seperti “aaa” atau “ooo” yang dikenal sebagai cooing.
Sekitar usia 4–6 bulan, bayi mulai babbling dengan menggabungkan vokal dan konsonan seperti “ba” atau “ma”.
“Babbling bukan sekadar suara lucu. Ini adalah latihan penting bagi otot mulut yang nantinya dibutuhkan untuk berbicara,” jelasnya.
Di fase ini, bayi juga sering meniup ludah atau raspberry.
“Ketika bayi meniup raspberry, ia sedang melatih koordinasi bibir dan lidah, bukan sekadar bermain,” tulis dr. Victoria.
Seiring waktu, ocehan bayi terdengar seperti berbicara dalam bahasa asing. Tahap ini disebut jargoning dan biasanya disertai dengan banyak gerakan tubuh seperti menunjuk, melambaikan tangan, atau mengangkat tangan minta digendong.