Anak Butuh Dimotivasi Bukan Dipaksa

Anak butuh dimotivasi untuk menemukan kemampuannya
Sumber :
  • https://pixabay.com/id/photos/menari-hiphop-panggung-517682/

Parenting, VIVA Mindset – Apakah kamu bangga kalau anakmu jadi pemberani? Berani tampil di depan kelas. Berani menjadi pemimpin barisan saat upacara bendera. Berani ikut pentas seni tari yang digelar sekolah.

img_title Vitalnya Nutrisi 1.000 Hari Pertama Kehidupan: Fondasi Emas Pencegah Stunting

Anakmu tampil penuh percaya diri. Makanya setiap ada lomba atau presentasi, kamu selalu semangat mendorong anakmu untuk ikut.

​Apakah kamu pernah memaksanya maju, meskipun dia tidak mau? Kamu bilang, "Ayolah, coba dulu, biar berani! Anak pintar itu harus bisa ngomong di depan!" Kamu pikir itu cara memotivasi? Bukan begitu caranya memotivasi.

img_title Menavigasi Batasan Screen Time di Era Digital: Risiko Speech Delay dan Pentingnya Digital Detox

Dilansir dari Info Tips Anak dan Parenting (@infotipsanak) di Instagram, dikatakan bahwa:

1. Setiap Anak Tahap Perkembangannya Berbeda-Beda

img_title Mengatasi Tantrum Anak Usia Dini dengan Metode Emotion Coaching

Niatmu baik. Kamu pikir itu cara biar dia percaya diri. Tapi ternyata, hatinya belum siap. Dia masih bergulat dengan rasa takutnya sendiri. Anakmu menangis pelan di pojokan setelah gagal tampil di depan teman-temannya. Dengan suara bergetar, dia bilang, "Aku malu, Ma. Kenapa Mama suruh terus... aku takut banget."

Ada anak yang bisa cepat maju. Tapi ada juga yang butuh waktu. Butuh rasa aman. Butuh pendampingan, bukan dorongan keras.

Mungkin kamu lupa, anak pendiam itu bukan berarti ada masalah. Justru mereka bisa sangat peka, cerdas, dan punya cara unik untuk berinteraksi. Kalau terus dipaksa jadi versi anak yang “ramai”, berarti kamu menghapus jati dirinya.

2. Tugas Orangtua Menemani Anak

Apa yang kamu lakukan itu bukan memotivasi, melainkan memaksa. Kamu memaksanya menjadi seseorang yang tidak nyaman baginya. Bukan anakmu yang harus cepat berubah, tapi kamu yang harus lebih sabar memahami temponya.

Setiap anak punya jalannya sendiri. Tugasmu sebagai orang tua adalah menemaninya, bukan memaksanya berlari kencang. Anak bukan proyek yang harus selesai instan. Mereka bukan mesin yang bisa dipaksa ngebut. Mereka jiwa yang butuh dirangkul, dikuatkan dan diterima.

Yuk sama-sama belajar sabar. Dengar lebih banyak, paksa lebih sedikit. Terima anakmu apa adanya, bukan seharusnya begini begitu. Karena di balik diamnya, bisa jadi ada kecerdasan luar biasa. Di balik takutnya, ada hati yang peka dan lembut.

Halaman Selanjutnya
img_title