7 Efek Buruk Berbuat Berlebihan, Termasuk Banyak Bicara dan Tertawa
- freepik.com
Mindset –Bicara dan tertawa merupakan dua hal yang normal bagi manusia. Akan tetapi baik dan banyaknya bicara dan tertawa memengaruhi banyak hal terkait personal branding.
Tertawa merupakan situasi yang disukai orang karena momen orang tertawa menunjukkan momen orang bahagia.
Akan tetapi ternyata terlalu banyak tertawa juga tidak baik, Sobat Mindset. Meski mungkin efek tertawa bagus buat kesehatan, tetapi dari sudut pandang lain ada efek buruknya.
Ekspresi Bahagia
- freepik.com
Selain banyak tertawa itu buruk, demikian juga banyak bicara. Islam memang melarang kita melakukan sikap berlebihan dalam hal apa pun.
Berikut 7 sikap yang saling berkaitan ketika kita melakukannya dalam porsi berlebihan sebagaimana disebutkan oleh Umar bin Khattab.
1. Orang yang banyak tertawa maka akan sedikit wibawanya
Ilustrasi Tertawa
- freepik.com
Orang yang banyak tertawa jelas akan hilang wibawanya. Seorang humoris mungkin menyenangkan, tetapi jelas dia tidak berwibawa.
Orang biasanya akrab dengan orang yang banyak tertawa, tetapi rasa hormat terhadap orang seperti itu pasti sedikit.
Dalam sebuah hadis nabi pernah bersabda tentang efek banyak tertawa, yaitu bisa mematikan hati dan melenyapkan cahaya muka.
2. Orang yang meremehkan manusia, maka dia juga akan diremehkan oleh manusia-manusia lain
Ilustrasi Sikap Meremehkan
- freepik.com
Ini semacam karma, yaitu efek buruk dari sikap buruk kita terhadap orang lain. Jika kita ingin direspek orang maka kita juga harus bersikap respek terhadap orang lain.
Jika kita terbiasa meremehkan orang, maka akan ada momen ketika pada gilirannya kita diremehkan oleh orang lain.
Kita mungkin menguasai satu bidang sehingga terdorong meremehkan orang lain. Akan tetapi ada langit di atas langit, akan ada orang yang lebih ahli dari kita dan mungkin meremehkan kita juga.
3. Orang yang banyak melakukan sesuatu, maka dia akan dikenal ahli dalam sesuatu tersebut
Ilustrasi Ahli
- freepik.com
Ini merupakan teori dasar personal branding. Untuk dikenal sebagai ahli di satu bidang, kita jelas harus menunjukkan banyak praktik kita di bidang itu.
Sebagai contoh, orang akan dianggap ahli di bidang kritik sastra jika dia memang banyak menulis kritik sastra.