BTS Tak Ikut Grammy, Ada Pesan di Baliknya
- https://www.instagram.com/p/DbIS114GFWH/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==
Musik Lebih dari Sekadar Label Wilayah
Jawaban atas pertanyaan itu tampaknya dapat dilihat dari pernyataan resmi BTS. Mereka tidak mengatakan menolak Grammy ataupun memboikot ajang penghargaan tersebut. Sebaliknya, BTS hanya menyampaikan harapan agar musik mereka diapresiasi berdasarkan karya yang dihasilkan, bukan karena berasal dari wilayah atau menggunakan bahasa tertentu.
Pandangan itu mendapat perhatian dari cosmopolitan.com. Dalam ulasannya, media tersebut menilai bahwa mengelompokkan K-pop, J-pop, dan C-pop ke dalam satu kategori berpotensi menyederhanakan keragaman musik Asia. Padahal, masing-masing memiliki karakter, sejarah, dan perkembangan industri yang berbeda.
Cosmopolitan bahkan mengibaratkannya seperti menempatkan musik country, hip-hop, dan jazz dalam satu kategori hanya karena berasal dari kawasan yang sama. Menurutnya, ketika wilayah menjadi dasar utama pengelompokan, identitas musikal sebuah karya justru berisiko tidak lagi menjadi fokus utama penilaian.
Pandangan inilah yang membuat keputusan BTS dipahami bukan sebagai penolakan terhadap penghargaan, melainkan sebagai sikap terhadap cara musik diklasifikasikan.
Representasi atau Pengotakan?
Di sisi lain, Recording Academy memiliki penjelasan yang berbeda. Menurut reuters.com, CEO Recording Academy Harvey Mason Jr. mengatakan bahwa kategori Best Asian Pop Music Performance dibuat untuk memperluas pengakuan terhadap musik pop Asia, bukan untuk memisahkan musisi Asia dari kategori utama.
Ia juga menegaskan bahwa artis yang masuk dalam kategori tersebut tetap dapat bersaing di kategori umum, seperti Album of the Year, Record of the Year, maupun Song of the Year. Dengan kata lain, kategori baru itu dimaksudkan sebagai tambahan ruang apresiasi, bukan pembatas.
Sementara itu, apnews.com juga menyoroti bahwa sebagian penggemar memandang kategori tersebut sebagai bentuk batas baru bagi musisi Asia, meskipun tujuan awalnya adalah meningkatkan representasi. Perbedaan pandangan inilah yang kemudian memunculkan diskusi lebih luas mengenai cara industri musik memberikan pengakuan kepada karya-karya dari berbagai belahan dunia.
Pada akhirnya, keputusan BTS tidak hanya menjadi kabar tentang absennya mereka dari Grammy Awards 2027. Langkah tersebut juga mengingatkan bahwa di tengah semakin globalnya industri musik, masih ada perdebatan mengenai bagaimana sebuah karya seharusnya diapresiasi. Apakah kategori khusus menjadi bentuk pengakuan yang lebih inklusif, atau justru tanpa disadari menciptakan batas baru? Melalui keputusan mereka, BTS tampaknya ingin menyampaikan bahwa musik layak didengar karena kualitas karyanya, bukan terlebih dahulu karena asal wilayah maupun bahasa yang digunakan.