Mitos Suleten dan Larangan Membakar Diapers: Mitosnya Salah, Tindakannya Benar!

Seorang bayi yang sedang digantikan diapers beralas motif bintang-bintang
Sumber :
  • https://www.pexels.com/id-id/foto/bayi-berbaring-di-atas-tekstil-putih-7491717/

Kesehatan, VIVA MindsetPernahkah Anda dilarang orang tua membakar popok sekali pakai (diapers) bekas si kecil? Bagi masyarakat Indonesia, larangan ini sering kali dikaitkan dengan mitos suleten—sebuah kepercayaan tradisional (khususnya Jawa) bahwa hawa panas dari api pembakaran popok bisa merembet ke kulit pantat bayi hingga melepuh atau mengalami udunan (bisulan).

img_title Tensi 120/90 mmHg Belum Tentu Normal Lho, Siapa Tahu Hipertensi Diastolik

Secara medis, anggapan bahwa popok dibakar memicu bisul pada bayi tentu saja murni mitos. Namun, tahukah Anda? Tindakan melarang membakar popok itu sendiri sebenarnya 100 persen benar! Hanya saja, alasan di baliknya sama sekali bukan karena hal mistis, melainkan ancaman zat kimia berbahaya tersembunyi yang siap mengintai kesehatan keluarga Anda.

Menepis Mitos “Suleten” dari Sisi Medis

img_title Mengenal Gejala Kanker Payudara Sejak Dini: Apa Saja yang Wajib Diwaspadai?

Dalam istilah lokal, suleten atau udunan menggambarkan kondisi timbulnya ruam parah, bintik bernanah, hingga bisul (furunkel) pada area kulit di sekitar pantat dan selangkangan bayi.

Melansir ulasan kesehatan medis dari Alodokter.com, fakta medis menegaskan bahwa bisul atau ruam melepuh pada bayi terjadi akibat infeksi bakteri Staphylococcus aureus atau infeksi jamur. Bakteri ini berkembang biak dengan cepat ketika:

img_title Emotional Inheritance, Benarkah Luka Emosional Bisa Diwariskan?

1.      Popok dibiarkan terlalu lama dalam keadaan lembap oleh urine atau feses.

2.      Area lipatan kulit bayi kurang dibersihkan dan tidak dikeringkan secara sempurna saat mengganti popok.

3.      Terjadi gesekan terus-menerus antara bahan popok dengan kulit bayi yang sensitif.

Jadi, suleten murni masalah kebersihan sanitasi dan frekuensi penggantian popok, sama sekali tidak ada hubungannya dengan asap atau api pembakaran popok di luar rumah.

Bahaya Nyata Membakar Popok Menurut Riset

Meskipun mitosnya keliru, membakar popok bekas adalah tindakan yang sangat berbahaya bagi kesehatan keluarga. Popok sekali pakai modern tidak terbuat dari serat kain biasa, melainkan kombinasi kompleks dari plastik pembungkus (polypropylene), serat sintetis ber-klorin, dan gel penyerap kimia bernama sodium polyacrylate (SAP).

Merujuk pada berbagai kajian ilmiah dan riset lingkungan dari brin.go.id serta kajian kesehatan lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (UNAIR) yang di publikasikan pada fkm.unair.ac.id, pembakaran sampah plastik dan bahan sintetis ber-klorin seperti popok pada suhu rendah (pembakaran sampah rumahan) akan melepaskan senyawa kimia sangat beracun bernama Dioksin ke udara.

Halaman Selanjutnya
img_title