5 Kalimat Orang Tua yang Bisa Membuat Anak Takut Gagal

Komunikasi orang tua memengaruhi kepercayaan diri dan keberanian anak
Sumber :
  • https://www.pexels.com/photo/young-black-father-edifying-calm-son-at-home-7114229/

Parenting, VIVA MindsetSetiap orang tua tentu ingin anak tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan mampu menghadapi berbagai tantangan. Namun, tanpa disadari, beberapa kalimat yang sering diucapkan dalam kehidupan sehari-hari justru dapat membuat anak merasa takut melakukan kesalahan. Jika hal tersebut terjadi berulang kali, anak bisa tumbuh dengan rasa cemas, kurang percaya diri, hingga takut mencoba hal baru karena khawatir gagal.

img_title Menjaga Mental Parents: Panduan Atasi Burnout Pengasuhan Anak

Dilansir dari healthychildren.org, cara orang tua berkomunikasi memiliki peran penting dalam membentuk kepercayaan diri dan perkembangan emosional anak. Ucapan yang terdengar sederhana dapat meninggalkan kesan yang mendalam, terutama ketika diulang dalam jangka waktu lama.

Dikutip dari apa.org, anak yang terbiasa merasa takut gagal cenderung menghindari tantangan dan lebih fokus pada hasil dibandingkan proses belajar. Karena itu, orang tua perlu lebih bijak dalam memilih kata-kata saat memberikan arahan maupun nasihat.

img_title Screentime Sehat: Trik Bijak Mengatur Penggunaan Gadget Anak

 

"Kalau Nilaimu Jelek, Ayah dan Ibu Kecewa"

img_title Kenalan Yuk Apa Itu Breadcrumbing serta Ciri-Ciri dan Dampaknya

Kalimat ini sering diucapkan dengan tujuan memotivasi anak agar belajar lebih giat. Namun, dilansir dari healthychildren.org, anak dapat menangkap pesan bahwa kasih sayang orang tua bergantung pada prestasi yang mereka raih.

Akibatnya, anak akan merasa tertekan setiap menghadapi ujian atau tantangan baru. Mereka lebih takut mengecewakan orang tua dibandingkan menikmati proses belajar dan mengembangkan kemampuan. Sebagai gantinya, orang tua dapat memberikan dukungan dengan mengatakan bahwa usaha anak lebih penting daripada hasil akhirnya.

 

"Kamu Harus Selalu Jadi yang Terbaik"

Mendorong anak untuk berprestasi merupakan hal yang baik. Namun, tuntutan agar selalu menjadi yang terbaik dapat menimbulkan tekanan yang besar.

Menurut apa.org, ekspektasi yang terlalu tinggi dapat membuat anak takut mencoba sesuatu apabila merasa tidak mampu menjadi yang terbaik. Mereka akhirnya lebih memilih menghindari tantangan daripada berisiko mengalami kegagalan. Orang tua sebaiknya membantu anak menetapkan target yang realistis dan mengajarkan bahwa setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda.

 

"Lihat Temanmu, Dia Bisa"

Membandingkan anak dengan orang lain merupakan salah satu bentuk komunikasi yang sebaiknya dihindari. Dikutip dari raisingchildren.net.au, perbandingan dapat membuat anak merasa dirinya tidak cukup baik dan menurunkan rasa percaya diri.

Halaman Selanjutnya
img_title