Pasca Pensiun Carolina Marín, Siapa Penerus Badminton Spanyol?

Ruben Garcia dan Lucia Rodriguez di Orleans Masters 2026.
Sumber :
  • https://bwfworldtour.bwfbadminton.com/news-single/2026/03/21/orleans-masters-thrilling-win-for-garcia-rodriguez

Sport, VIVA Mindset –Carolina Marín resmi mengumumkan pensiun dari dunia badminton profesional. Keputusan ini menandai akhir dari sebuah era dominasi Spanyol di kancah internasional yang sulit digantikan.

img_title Setelah Lebih dari Satu Dekade, Gregoria Mariska Resmi Berpisah dengan Pelatnas PBSI

Dilansir dari Olympics.com, Marín menyatakan bahwa perjalanannya di badminton profesional telah berakhir. Cedera lutut yang berulang, termasuk cedera ACL parah di Olimpiade Paris 2024, menjadi alasan utama sang juara Olimpiade Rio 2016 ini memutuskan untuk gantung raket.

Akhir dari Dominasi Non-Asia

img_title China Juara Thomas Cup 2026 Usai Gagalkan Kejutan Prancis di Final

Menurut laporan Reuters, Carolina Marín adalah satu-satunya atlet non-Asia yang berhasil mendominasi nomor tunggal putri di era keemasan badminton Asia. Prestasinya mencakup satu medali emas Olimpiade Rio 2016, tiga gelar juara dunia, serta tujuh kali juara Eropa.

Dikutip dari Badminton Europe, selama lebih dari satu dekade Marín menjadi wajah badminton Eropa yang mampu menembus dominasi para pemain Asia. Kini, setelah pensiunnya, Spanyol dan Eropa secara keseluruhan menghadapi kekosongan yang sangat besar.

img_title Korea Selatan Rebut Gelar Uber Cup Ketiga Setelah Menaklukkan China 1-3 di Final

Siapa Penerus Marín di Spanyol?

Saat ini, tidak ada satu pun pemain Spanyol yang mampu mendekati level yang ditunjukkan Carolina Marín. Namun, beberapa nama mulai muncul sebagai harapan baru.

Dilansir dari BWF, pasangan ganda campuran Lucia Rodriguez dan Ruben Garcia menjadi yang paling menonjol saat ini. Pada Orleans Masters 2026, mereka berhasil mencapai perempat final setelah mengalahkan pasangan kuat China dengan skor dramatis 21-23, 23-21, 21-19.

Sementara itu, di nomor tunggal putra, Pablo Abián (37 tahun) masih menjadi andalan utama Spanyol, meski usianya sudah tidak muda lagi. Menurut data ranking terkini, Abián masih aktif meski performanya sudah menurun dibandingkan masa puncaknya.

Di sektor pemain muda, Álvaro Leal mulai mendapatkan kesempatan tampil di turnamen Eropa, termasuk melalui jalur wild card. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam proses pengembangan pemain muda Spanyol agar mampu bersaing di level yang lebih tinggi.

Selain itu, Beatriz Corrales atau yang lebih dikenal sebagai Bea Corrales masih menjadi salah satu pemain tunggal putri terbaik Spanyol setelah era Marín. Corrales konsisten berada di kisaran peringkat 80 hingga 120 dunia dan rutin tampil di turnamen level Super 300 hingga International Challenge. Namun, hingga kini Corrales belum mampu menembus fase akhir turnamen besar secara konsisten.

Halaman Selanjutnya
img_title