Thomas & Uber Cup 2026 Resmi Dimulai! Jadwal, Format, dan Peluang Indonesia Jadi Sorotan
- https://horsensidag.dk/forum-horsens-skal-i-2025-vaere-vaert-for-eu-formandskabet/
Sport, VIVA Mindset –Ajang beregu paling prestisius di dunia bulu tangkis, Thomas & Uber Cup 2026, siap digelar pada 24 April hingga 3 Mei 2026 di Horsens, Denmark.
Turnamen ini akan mempertemukan 16 tim terbaik dunia di sektor putra (Thomas Cup) dan putri (Uber Cup) dalam perebutan gelar juara dunia beregu.
Dilansir dari situs resmi Olympics, kompetisi ini kembali menghadirkan format klasik yang mempertemukan kekuatan-kekuatan utama bulu tangkis dunia, termasuk Indonesia yang konsisten menjadi salah satu unggulan di sektor putra.
Format Kompetisi: Dari Fase Grup ke Knockout
Turnamen ini diawali dengan fase grup yang terdiri dari empat grup, masing-masing berisi empat tim.
Setiap tim akan saling bertemu satu sama lain, dan dua tim terbaik dari setiap grup akan lolos ke babak gugur.
Setelah itu, delapan tim terbaik akan bertanding dalam sistem knockout hingga final.
Format ini memastikan setiap pertandingan memiliki nilai krusial, terutama di fase grup yang sering kali menghadirkan kejutan.
Daftar Peserta dan Distribusi Kekuatan
Sebanyak 16 tim putra dan 16 tim putri telah memastikan tempat di turnamen ini melalui jalur kualifikasi kontinental, ranking dunia, serta slot tuan rumah dan juara bertahan.
Di sektor Thomas Cup, negara-negara seperti China, Indonesia, Jepang, Denmark, dan Malaysia kembali menjadi kekuatan utama.
Sementara di Uber Cup, China, Korea Selatan, Jepang, dan Thailand diprediksi menjadi pesaing utama dalam perebutan gelar.
Indonesia sendiri kembali tampil di kedua sektor dan diharapkan mampu bersaing, terutama di Thomas Cup yang secara historis menjadi salah satu kekuatan tradisional.
Thomas Cup: Indonesia dan Chinese Taipei Jadi Sorotan
Dalam preview resmi BWF, Indonesia dan Chinese Taipei disebut sebagai dua tim dengan komposisi paling menarik menjelang Thomas Cup 2026.
Indonesia datang dengan kombinasi pemain berpengalaman dan generasi baru, dipimpin oleh Jonatan Christie di sektor tunggal putra yang masih menjadi tulang punggung tim.
Selain itu, nama-nama seperti Alwi Farhan dan Mohammad Zaki Ubaidillah mulai diproyeksikan sebagai pelapis yang memberi kedalaman skuad.