Menyetubuhi Mayat? Seperti Apa Sih Hukuman Pelakunya?

Ilustrasi Autopsi Mayat
Sumber :
  • freepik.com

Mindset –Berbagai kasus pembunuhan yang disertai tindakan menyetubuhi mayat semakin sering terjadi. Terbaru misalnya kasus pembunuhan remaja AE di Mojokerto.

img_title The Scarecrow (2026), Drakor Thriller Gelap yang Bikin Tegang di Setiap Episode

AE yang masih siswi SMPN 1 Kemlagi dibunuh oleh mantan pacarnya, AAW bersama dengan MA. Mayat AE kemudian dibungkus karung dan dibuang di bawah jembatan kereta api di Sooko, Mojokerto. 

Menurut keterangan awal, MA sempat menyetubuhi mayat AE sebanyak dua kali. AAW ditangkap pada 12 Juni, sementara MA ditangkap setelahnya. 

img_title Benarkah Sambal Bisa Meningkatkan Gairah Seksual? Ini Penjelasan dari Ahli Endokrinologi

Dari sudut pandang manusia normal, menyetubuhi mayat adalah tindakan seksual menyimpang, kira-kira sama dengan pemerkosaan hewan atau zoofilia. 

Lalu bagaimana sebenarnya rincian hukum bagi pemerkosa mayat? 

img_title Ibu dan Anak Viral Tadinya Mau Rekam Gituan dengan Suami, Bagaimana Hukumnya?

Hukum Memerkosa Mayat

Ilustrasi. Perkosaan dan Kekerasan Seksual.

Photo :
  • freepik.com

Di dalam Islam, pemerkosaan dikategorikan sebagai tindakan zina. Oleh sebab itu, hukuman terhadap pemerkosa sama dengan hukuman hadd bagi pezina.

Jika pemerkosa sudah berstatus menikah, maka hukumannya adalah hukuman rajam. Jika dia belum menikah, hukuman untuk dia adalah dicambuk 100 kali dan diasingkan 1 tahun. 

Surah An-Nur ayat 2

Photo :
  • Al-Quran Kemenag Edisi Penyempurnaan 2019

Akan tetapi berbeda dengan dalam kasus zina, pihak yang diperkosa tidak boleh dihukum. Status dia adalah pihak yang dipaksa atau dizalimi, dengan demikian dia tidak berdosa terkait kasusnya.

Hal tersebut didasarkan pada Al-Quran surah Al-An’am ayat 145 sebagai berikut:

Surah Al-An

Photo :
  • Al-Quran Kemenag Edisi Penyempurnaan 2019

Lalu bagaimana hukumnya jika yang diperkosa adalah mayat seperti yang MA lakukan dalam kriminal Mojokerto, Sobat Mindset? Apakah hukuman bagi pelakunya sama?

Dalam hal ini ulama mazhab memiliki dua pendapat. Bagi ulama Malikiyyah, hukuman bagi pelakunya adalah hukuman hadd, artinya dia dihukumi seperti pezina.

Alasannya, persetubuhan dengan mayat tetap merupakan persetubuhan pada kemaluan manusia. Hal itu analog dengan persetubuhan dengan manusia yang masih hidup. 

Selain itu, menyetubuhi mayat melakukan perbuatan dosa yang sangat besar karena selain keji juga menginjak-injak kehormatan mayat.

Dalam Islam sendiri, mayat harus diperlakukan dengan hormat dan ada prosesi khusus dari mulai memandikan sampai pemakaman. 

Prosesi Pemakaman Muslim

Photo :
  • Wikimedia
 

Sementara itu, ulama 3 mazhab lainnya, Hanafiyah, Syafiiyah, dan Hanabilah menyatakan bahwa orang yang menyetubuhi mayat tidak dihukum hadd. 

Halaman Selanjutnya
img_title