AS Label Ikhwanul Muslimin di 3 Negara sebagai Teroris
- https://www.aljazeera.com/news/2026/1/13/us-labels-muslim-brotherhood-orgs-in-egypt-lebanon-jordan-as-terrorist
Amerika Serikat, VIVA Mindset – Washington, DC – Pemerintah Amerika Serikat secara resmi mengklasifikasikan organisasi Ikhwanul Muslimin (Muslim Brotherhood) di Mesir, Lebanon, dan Yordania sebagai kelompok teroris asing pada Rabu, 13 Januari 2026, menandai eskalasi tekanan terhadap jaringan Islamis transnasional yang dituduh mendukung terorisme.
Keputusan ini dikeluarkan oleh Departemen Luar Negeri AS setelah proses panjang yang melibatkan laporan intelijen, memicu reaksi beragam dari sekutu Barat dan negara-negara Timur Tengah.
Langkah tersebut memungkinkan penerapan sanksi ekonomi, larangan perjalanan bagi anggota, serta pembatasan dukungan material ke kelompok-kelompok terkait.
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Matthew Miller, mengonfirmasi penetapan tersebut dilansir dari Al Jazeera, Kamis, 14 Januari 2026.
“Organisasi Ikhwanul Muslimin di ketiga negara ini telah memberikan dukungan material kepada Hamas dan terlibat dalam agitasi kekerasan terhadap sekutu AS serta kepentingan nasional kami di Timur Tengah,” ujar Matthew Miller.
Ia menambahkan bahwa penetapan ini mengikuti rekomendasi Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Menteri Keuangan Scott Bessent, dengan proses yang dimulai sejak perintah eksekutif Presiden Trump pada November 2025, meski belum ada klaim langsung dari kelompok tersebut terkait tuduhan.
Presiden Donald Trump mengecam keras jaringan Ikhwanul Muslimin melalui pernyataannya yang dikutip Al Jazeera.
“Kami tidak akan membiarkan jaringan transnasional ini terus memicu terorisme dan destabilisasi terhadap AS serta mitra kami; penetapan ini adalah langkah tegas untuk melindungi keamanan global,” tegasnya.
Sementara itu, analis kebijakan Timur Tengah di Al Jazeera melaporkan bahwa langkah ini bisa mempercepat blacklist lebih luas terhadap cabang Ikhwanul Muslimin lainnya.
Keputusan ini memperburuk ketegangan geopolitik di Timur Tengah, di mana Ikhwanul Muslimin telah lama menjadi aktor politik kunci sejak berdiri di Mesir tahun 1920-an, menurut laporan Al Jazeera.
Pemerintah AS berupaya memperkuat sanksi untuk memutus pendanaan kelompok tersebut.
Hingga kini, belum ada estimasi dampak finansial resmi yang diumumkan.