Trump Janji Balas Dendam ke Minnesota Pasca-Kontroversi ICE
- https://www.aljazeera.com/news/2026/1/13/day-of-reckoning-retribution-coming-to-minnesota-amid-ice-outrage-trump
Amerika Serikat, VIVA Mindset – Minneapolis, Minnesota – Presiden Donald Trump mengancam "hari pembalasan dan perhitungan" bagi Minnesota di tengah kemarahan atas penembakan fatal oleh petugas ICE terhadap Renee Nicole Good, memicu demonstrasi besar-besaran melawan operasi imigrasi massal pemerintahannya pada Selasa, 13 Januari 2026.
Lebih dari 2.000 agen ICE dikerahkan ke wilayah Twin Cities untuk menangani skandal penipuan kesejahteraan, yang berujung pada insiden penembakan yang memicu protes nasional hingga Los Angeles dan New York.
Video penembakan menjadi titik api politik, dengan pemerintah federal menyebut korban "menggunakan mobilnya sebagai senjata" sementara warga lokal menuduh narasi palsu.
Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem mengonfirmasi penguatan kehadiran agen federal dilansir dari Al Jazeera, Rabu, 13 Januari 2026.
"Patriot ICE hanya ingin mengeluarkan pembunuh, pengedar narkoba, pemerkosa, dan penjahat berbahaya dari lingkungan Anda serta mengirim mereka kembali ke penjara asal mereka," tulis Trump di media sosialnya yang dikutip Al Jazeera.
Ia menambahkan bahwa Demokrat Minnesota memanfaatkan kerusuhan untuk mengalihkan perhatian dari penipuan miliaran dolar, meski penyelidikan federal atas penembakan masih berlangsung tanpa klaim tanggung jawab dari pihak korban.
Wali Kota Minneapolis Jacob Frey mengecam keras operasi tersebut melalui opini di media yang dikutip Al Jazeera.
"Kekacauan yang dibawa ICE dan pemerintahan Trump ke Minneapolis membuat tragedi ini sangat bisa diprediksi; video menunjukkan Renee Good, ibu tiga anak, sedang mencoba pergi bukan menyerang," tegasnya.
Sementara itu, Minnesota mengajukan gugatan hukum untuk menghentikan operasi ICE lebih lanjut, menuduh pelanggaran hak sipil.
Insiden ini memperburuk ketegangan imigrasi di Minnesota, rumah bagi komunitas Somalia besar-besaran yang terdampak pembatalan TPS baru-baru ini, menurut laporan Al Jazeera.
Pemerintah federal berupaya memperluas deportasi sambil menangani protes dengan gas air mata.
Hingga kini, belum ada estimasi korban luka dari demonstrasi yang diumumkan secara resmi.