Teheran Klaim Kuasai Protes, 544 Jiwa Tewas
- https://www.abc.net.au/news/2026-01-12/iran-protests-under-control-says-tehran/106222170
Iran, VIVA Mindset – Teheran, Iran – Pemerintah Iran mengklaim telah mengendalikan sepenuhnya gelombang protes anti-rezim nasional yang menewaskan setidaknya 544 orang pada Senin, 12 Januari 2026, meski aktivis melaporkan lebih dari 10.600 penahanan dan kerusuhan sporadis di ibu kota serta kota-kota besar lainnya.
Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menyatakan situasi stabil saat berpidato di hadapan diplomat asing, menyalahkan kekerasan pada campur tangan Israel dan Amerika Serikat tanpa bukti dilansir dari ABC News Australia, Senin, 12 Januari 2026.
Araghchi menuduh kerusuhan sengaja dibuat berdarah untuk beri dalih intervensi bagi Presiden AS Donald Trump.
“Situasi sudah di bawah kendali total,” tegasnya seperti dikutip dari Al Jazeera, sambil menegaskan protes dipicu oleh “perusuh bayaran asing”.
Televisi negara menyiarkan demonstrasi pendukung rezim di Teheran yang meneriakkan “Mati Amerika! Mati Israel!” sebagai respons atas hari-hari penuh tantangan terhadap Ayatollah Ali Khamenei berusia 86 tahun.
Trump menyatakan Iran “ingin bernegosiasi” setelah ancam tindakan militer akibat penindasan demonstran, menyebut rezim “lelah dikalahkan AS”.
“Jika mereka lakukan itu, kami akan serang dengan level yang belum pernah mereka alami,” katanya, menambahkan kemungkinan pertemuan tapi mungkin perlu bertindak dulu.
Ketua parlemen Iran memperingatkan pasukan AS dan Israel jadi target sah jika Washington campur tangan.
Human Rights Activists News Agency (HRANA) berbasis AS catat 496 demonstran dan 48 personel keamanan tewas, dengan saksi mata laporkan jalan Teheran sepi saat azan Maghrib karena takut ditangkap.
Polisi kirim SMS peringatan soal “kelompok teroris bersenjata” di kerumunan, sementara cabang intelijen Garda Revolusi pesan orang tua agar cegah anak ikut protes karena dianggap pengkhianatan.
Protes meledak 28 Desember akibat ambruknya rial Iran di atas 1,4 juta per dolar AS, berubah jadi tuntutan gulingkan teokrasi pasca-Revolusi 1979.
Pemerintah umumkan hari berkabung untuk “martir” termasuk aparat, klaim 109 personel tewas menurut Tasnim, meski oposisi perkirakan korban demonstran ratusan lebih tinggi.
Agen Fars laporkan kerumunan kecil di Teheran seperti Navvab dan Saadat Abad dibubarkan aparat Senin malam, sementara wilayah lain relatif tenang.