Enam Korban Kebakaran Panti Werda Manado Teridentifikasi oleh DVI Biddokes
- website tribratanews.polri.go.id
Manado, VIVA Mindset – Korban kebakaran Panti Werda Damai Manado enam jenazah berhasil diidentifikasi oleh Tim DVI Biddokes Polda Sulawesi Utara. Hal tersebut di sampaikan oleh Kabid Dokkes Polda Sulut, AKBP dr. Tasrif. Dikutip dari antaranews.com.
"Pada hari ini Jumat tanggal 9 Januari 2026, tim DVI Biddokkes Polda Sulut menyampaikan hasil identifikasi terhadap enam kantong jenazah, yang cocok dengan enam nomor AM, melalui proses identifikasi primer DNA," kata Kabid Dokkes AKBP dr. Tasrif, di RS Bhayangkara Tk III Manado, Jumat.
Kantong jenazah dengan nomor PM/02/XII/2025/RSB cocok dengan nomor AM 008 teridentifikasi sebagai Ny. Ruslin Rike Manembu, perempuan 74 tahun, alamat Kelurahan Banjer Lingkungan I, Kecamatan Tikala Kota Manado.
Dengan nomor PM/07/XII/2025/RSB cocok dengan nomor AM 007 teridentifikasi sebagai Ny. Jetje Mantaow, perempuan, 87 tahun, alamat Kelurahan Kotobangon Lingkungan V, Kecamatan Kotamobagu Timur.
Kemudian, kantong jenazah dengan nomor PM/08/XII/2025/RSB cocok dengan nomor AM 003 teridentifikasi sebagai Ny. Jenny Tuegeh perempuan, 71 tahun, alamat Desa Lansot Jaga I, Kecamatan Kema, Kabupaten Minahasa Utara.
Selanjutnya, Kantong jenazah dengan nomor PM/10/XIO/2025/RSB cocok dengan nomor AM 004 teridentifikasi sebagai Ny. Jenny Ivone Tumbelaka perempuan, 70 tahun, alamat Kelurahan Teling Bawah Lingkungan VI, Kecamatan Wenang Kota Manado.
Sementara, Kantong jenazah dengan nomor PM/11/XII/2025/RSB cocok dengan nomor AM 016 teridentifikasi sebagai Ny. Nurul Fitria, perempuan, 60 tahun, alamat Kelurahan Talise Valangguni, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu.
Kemudian yang terakhir, kantong jenazah dengan nomor PM/15/XII/2025/RSB cocok dengan nomor AM 009 teridentifikasi sebagai Ny. Adel Losu, perempuan 75 tahun, alamat Kelurahan Wenang Selatan Lingkungan IV, Kecamatan Wenang, Kota Manado. Keenam jenazah yang telah diidentifikasi kemudian diserahkan ke pihak keluarga untuk di lakukan proses pemakaman.
"Jadi total jenazah yang sudah berhasil diidentifikasi sebanyak 10 jenazah dan masih ada 6 kantong lagi yang menunggu untuk proses identifikasi melalui proses identifikasi primer DNA, dan itu masih membutuhkan waktu lagi," sebut Kabid Dokkes selaku DVI Commander.