Ledakan Parlemen Honduras: Legislator Konservatif Luka

Militer sedang patroli di lokasi kejadian ledakan
Sumber :
  • https://www.aljazeera.com/news/2026/1/9/conservative-lawmaker-in-honduras-injured-after-being-hit-with-explosive

Honduras, VIVA Mindset – Tegucigalpa, Honduras – Seorang anggota parlemen konservatif Partai Nasional Honduras, Gladis Aurora Lopez, luka-luka setelah pelaku tak dikenal melemparkan alat peledak ke koridor luar gedung legislatif pada Kamis, 8 Januari 2026, saat anggota partai sedang menggelar konferensi pers membahas pemilu kontroversial baru-baru ini.

img_title DPMD Banyuwangi Ragukan Jurnalis Saat Wawancara Kisruh BUMDes Bengkak Setelah Surat Resmi Diterima

Insiden ini memicu kecaman keras dari Partai Nasional yang menuding rival politik dari Partai LIBRE bertanggung jawab, di tengah ketegangan pasca-pemilu presiden 30 November yang dimenangkan Nasry Asfura dengan selisih tipis.

Antonio Cesar Rivera, rekan legislator konservatif, mengonfirmasi serangan tersebut dilansir dari Al Jazeera, Jumat, 9 Januari 2026.

img_title Kejutan Bursa Transfer! Enzo Fernandez Tinggalkan Chelsea demi Manchester City

“Serangan pengecut ini terhadap Gladis Aurora bukan hanya pada perwakilan, tapi pada seluruh Honduras; saya tuduh Partai LIBRE memupuk kebencian dan mengintimidasi demokrasi,” katanya melalui media sosial.

Ia menambahkan bahwa dirinya juga diserang oleh anggota LIBRE saat deliberasi pemungutan suara ulang yang diusulkan partai kiri tersebut, meski Dewan Pemilu Nasional telah mengakui kemenangan Asfura.

img_title Penerapan Pengasuhan Positif dalam Membentuk Karakter dan Perkembangan Otak Anak Usia Dini

Ketua Kongres Luis Redondo dari Partai LIBRE dituding langsung oleh Salvador Zambrano, legislator Partai Nasional, melalui pernyataannya yang dikutip Al Jazeera.

“Serangan ini mencerminkan esensi Redondo, Mel Zelaya, LIBRE, dan sosialisme abad 21: kekerasan demi kekerasan,” tegasnya.

Sementara itu, Partai Nasional mengecam segala bentuk kekerasan politik yang mengancam institusi demokrasi, di mana proses pemilu sejak Maret lalu diwarnai penundaan, skandal, dan tuduhan campur tangan militer.

Insiden ini memperburuk iklim politik Honduras pasca-pemilu presiden yang ketat, di mana Asfura menang 40,3 persen lawan 39,6 persen Salvador Nasralla dari Partai Liberal, dengan LIBRE gagal rebut mayoritas Kongres.

Pemerintah mendesak penyelidikan cepat untuk identifikasi pelaku, sementara keamanan parlemen ditingkatkan.

Hingga kini, belum ada klaim tanggung jawab atau penangkapan.