Saudi Tuduh UEA Selamatkan Pemimpin Separatis Yaman

Polisi berpatroli di Aden
Sumber :
  • https://www.bbc.com/news/articles/c5y2mvp3r2do

Yaman, VIVA Mindset – Aden, Yaman – Koalisi pimpinan Saudi di Yaman menuduh Uni Emirat Arab (UEA) membantu menyelundupkan pemimpin separatis Dewan Transisi Selatan (STC) Aidarous al-Zubaidi keluar dari negara itu setelah kekalahan militer telak, pada pernyataan resmi BBC yang dirilis Kamis, 8 Januari 2026, di tengah pembubaran paksa STC dan perebutan kembali Aden serta wilayah selatan lainnya oleh pasukan pemerintah.

img_title Pelabuhan Yemen Hadapi Kenaikan Biaya Pengiriman di Tengah Konflik Iran

Tuduhan ini memanaskan rivalitas Saudi-UEA yang telah lama membelah koalisi anti-Houthi, memicu kekhawatiran akan perang proksi baru di Semenanjung Arab.

Juru bicara koalisi Saudi mengonfirmasi tuduhan tersebut dilansir dari BBC News, Jumat, 9 Januari 2026.

img_title Tahanan Yaman Cerita Disiksa Brutal di Penjara Emirat Arab

“UEA memfasilitasi pelarian Zubaidi dari Aden ke Somaliland menggunakan kapal perang, menghalangi upaya unifikasi Yaman dan mendukung agenda separatis yang gagal total setelah kami kuasai kembali Hadramaut dan Mukalla,” katanya.

Ia menambahkan bahwa operasi militer Saudi telah memaksa STC bubar di Riyadh, dengan Zubaidi kini dicap buronan atas pengkhianatan terhadap pemerintah yang diakui internasional.

img_title Pemerintah Yaman Bentuk Komite Militer Siap Serang Houthi

Pejabat UEA menyangkal tuduhan melalui pernyataannya yang dikutip BBC.

“Klaim Saudi tidak berdasar dan bertujuan memprovokasi; kami selalu mendukung stabilitas Yaman melalui dukungan logistik, bukan pelarian separatis,” tegasnya.

Sementara itu, saksi mata di pelabuhan Aden melaporkan aktivitas mencurigakan kapal UEA semalam sebelum pengumuman pembubaran STC, yang menguasai 90 persen wilayah bekas Yaman Selatan.

Konflik internal koalisi ini memperburuk perang saudara Yaman sejak 2014, di mana Houthi terus mengancam dari utara sementara selatan terpecah antara Saudi dan UEA.

Pemerintah Yaman berupaya konsolidasi kekuasaan dengan bantuan Saudi, sementara mediator internasional mendesak dialog Riyadh-Abu Dhabi.

Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari Zubaidi terkait keberadaannya di UEA.