Ledakan Caracas, Trump Tangkap Maduro!

Warga berlarian mencari tempat aman pasca pengeboman
Sumber :
  • https://www.aljazeera.com/news/2026/1/3/world-reacts-to-reported-us-bombing-of-venezuela

Venezuela, VIVA Mindset – Caracas, Venezuela – Ledakan dahsyat yang mengguncang ibu kota Caracas dan wilayah pendukungnya pada Sabtu dini hari, 3 Januari 2026, diduga merupakan serangan udara militer AS yang menargetkan istana presiden serta pangkalan militer utama, memicu kepanikan luas di tengah eskalasi konflik bilateral yang memanas.

img_title Discombobulator: Senjata Rahasia AS Diduga Dipakai Culik Maduro

Presiden AS Donald Trump mengklaim operasi tersebut berhasil menangkap Presiden Nicolás Maduro beserta keluarganya, meskipun pemerintah Venezuela membantah keras sambil melaporkan kerusakan parah pada infrastruktur kritis.​

Vladimir Padrino López, Menteri Pertahanan Venezuela, mengonfirmasi insiden tersebut dilansir dari NBC News, Minggu, 4 Januari 2026.

img_title Strategi Paksaan Jarak Jauh AS Pasca Penculikan Maduro

“Ledakan terjadi di Caracas, Miranda, Aragua, dan La Guaira mulai pukul 02.00 waktu setempat, disertai jet tempur serta drone AS.

Tim kami sedang membersihkan area dari ancaman sekunder untuk melindungi warga sipil,” kata Vladimir Padrino López dikutip dari NBC News.

img_title Kolombia Siaga Gelombang Pengungsi Venezuela

Ia menambahkan bahwa penyelidikan militer sedang digencarkan, meski belum ada korban sipil yang dikonfirmasi secara resmi, di tengah tuduhan agresi ilegal terhadap kedaulatan nasional.​

Presiden Donald Trump membela aksi tersebut melalui pernyataannya yang dikutip Al Jazeera.

“Maduro terlibat perdagangan narkoba massal ke AS, dan hari ini kami amankan dia untuk keadilan.

Ini langkah tegas demi stabilitas kawasan,” tegasnya dikutip dari Al Jazeera.

Sementara itu, juru bicara Gedung Putih menyatakan operasi berjalan lancar tanpa korban AS dilansir dari BBC News.​

Insiden ini memperburuk ketegangan di Amerika Latin, di mana sanksi ekonomi AS telah menyebabkan krisis kemanusiaan parah dengan jutaan warga Venezuela mengungsi sejak 2015, menurut data PBB.

Pemerintah AS berupaya membenarkan aksi tersebut sebagai penegakan hukum internasional, sementara Venezuela mengajukan keluhan ke Dewan Keamanan PBB.

Hingga kini, belum ada estimasi resmi mengenai jumlah korban jiwa atau kerusakan material.